Aceh  

Bangkit Pascabanjir, PEP Rantau dan Pangkalan Susu Raih Penghargaan

Penyerahan penghargaan PEP Rantau dan Pangkalan Susu, Rabu (8/4/26).

ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan penghargaan kepada Pertamina EP Rantau Field dan Pangkalan Susu Field, Rabu (8/4/2026). Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kinerja percepatan pemulihan produksi pascabanjir besar pada akhir November 2025.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), C.W. Wicaksono, mengatakan pemulihan operasional Pertamina EP Rantau Field dan Pangkalan Susu Field berlangsung sangat cepat. Bahkan, target satu tahun yang ditetapkan SKK Migas mampu diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

“Keberhasilan pemulihan operasional yang cepat ini merupakan hasil kepemimpinan yang kuat dan kerja sama tim yang solid di lapangan,” ujarnya seusai memberikan penghargaan di Pertamina EP Rantau Field.

Menurutnya, Pertamina EP Rantau Field dan Pangkalan Susu Field bersama seluruh tim menunjukkan dedikasi dalam penanggulangan bencana. Oleh karena itu, pemulihan operasional berjalan sangat signifikan.

“Tim juga menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional,” katanya.

Sebelumnya diketahui, banjir besar pada akhir tahun lalu dengan ketinggian air berkisar 4–4,5 meter dan endapan lumpur 30–80 sentimeter berdampak pada fasilitas produksi, perkantoran, dan permukiman pekerja. Akibatnya, produksi minyak turun drastis dari sekitar 1.800–1.900 BOPD per hari menjadi sekitar 600 BOPD.

Dalam penanggulangan bencana tersebut, Pertamina EP Rantau Field dan PEP Pangkalan Susu Field melakukan pemulihan secara terstruktur melalui tiga fase, yakni fase emergency & reactivation, fase recovery, dan fase sustainability. Fase-fase tersebut mencakup penanganan keselamatan, perbaikan fasilitas, hingga penguatan sistem operasional jangka panjang.

Berkat kerja keras dan dedikasi seluruh tim, proses pemulihan menunjukkan capaian yang sangat signifikan. Hingga Maret–April 2026, fasilitas produksi telah pulih sekitar 65 persen. Sementara itu, sumur produksi dan injeksi telah mencapai sekitar 84 persen. Produksi minyak pun berhasil meningkat hingga sekitar 1.591 BOPD atau mendekati kondisi normal sebelum bencana.

Atas keberhasilan tersebut, SKK Migas memberikan apresiasi kepada Hari Widodo, Tommy Wahyu Alimsyah, dan Edwin Susanto.

“Ke depan, upaya peningkatan ketahanan fasilitas serta penguatan sistem mitigasi bencana akan terus menjadi fokus sehingga dapat memastikan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi risiko serupa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Muhammad Arifin, menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas atas penghargaan yang diberikan atas dedikasi dan keteguhan pekerja serta mitra kerja saat menghadapi bencana banjir.

“Penghargaan kepada Pertamina EP Rantau Field dan Pertamina EP Pangkalan Susu Field sangat berarti dan memberikan motivasi agar kinerja para perwira semakin meningkat, terlebih setelah adanya bencana. Penghargaan ini juga melahirkan komitmen baru dalam upaya peningkatan produksi sesuai dengan visi dan misi Pertamina, yakni swasembada energi,” ungkapnya. [Andre]

Baca Juga :  Silaturahmi Anggota DPRA di Kantor Golkar Simeulue, Kader Diminta Perkuat Soliditas