Derasnya Sungai Gung Renggut Nyawa Remaja di Bendungan Danawarih

Jasad korban hanyut di Sungai Gung diantar menggunakan ambulans menuju rumah duka setelah berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Minggu (8/2/26). Foto: Ikhwanudin/Durasi.co.id

TEGAL, DURASI.co.id – Peristiwa tragis yang menimpa seorang remaja di kawasan Bendungan Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar.

Korban, M Nurkholis bin Wirya (15), warga Desa Kalipucang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pagi (8/2/2026) setelah sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Gung.

Korban ditemukan di bawah Jembatan Sungai Lebaksiu, beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Peristiwa bermula pada Sabtu sore (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB saat korban bersama tiga rekannya mendatangi kawasan Bendungan Danawarih untuk mencari ikan. Menurut keterangan warga, saat itu debit air Sungai Gung sedang meningkat dan arus mengalir cukup deras.

Baca Juga :  Bupati Pemalang: Saya Akan Kordinasi Dengan Kapolres Agar Togel dan Segala Bentuk Perjudian Untuk Segera Dihilangkan

Diduga korban terpeleset di tepi sungai dan terjatuh ke dalam aliran air. Dalam hitungan detik, tubuh korban langsung terseret arus deras ke tengah sungai. Rekan-rekan korban berteriak meminta pertolongan dan mencoba meraih korban, tetapi derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Seorang warga di sekitar bendungan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengatakan situasi saat itu berlangsung sangat cepat dan menimbulkan kepanikan.

“Arusnya memang sedang deras sekali. Begitu korban jatuh, langsung terbawa. Teman-temannya sudah berteriak meminta tolong, tetapi airnya tinggi,” ujarnya.

Warga lain menuturkan bahwa kawasan bendungan tersebut kerap digunakan warga untuk mencari ikan, terutama oleh anak-anak dan remaja. Namun, saat musim hujan, kondisi sungai dinilai sangat berbahaya.

Baca Juga :  Riau Cerah Berawan, Tujuh Titik Panas Masih Terpantau di Beberapa Daerah

“Kalau musim hujan seperti ini, sungai sering tiba-tiba membesar. Kami sebenarnya sering mengingatkan anak-anak supaya berhati-hati,” kata seorang warga setempat.

Korban terakhir kali terlihat warga berada sekitar 100 meter dari titik awal jatuh sebelum akhirnya hilang dari pandangan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan kepada tim SAR.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal melalui Kepala Markas PMI, Sunarto, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan unsur terkait.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu proses pencarian bersama tim gabungan,” jelasnya.

Proses pencarian dilakukan hingga malam hari oleh Polsek Balapulang, Koramil Balapulang, BPBD Kabupaten Tegal, PMI Kabupaten Tegal, serta relawan dan masyarakat sekitar. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran Sungai Gung hingga beberapa titik yang dianggap rawan.

Baca Juga :  Pengadaan Kawat, Faksimili dan Internet TV Pemkab Pemalang Disorot di Tengah Persoalan Infrastruktur

Seorang warga yang ikut membantu pencarian menyampaikan bahwa upaya dilakukan semaksimal mungkin meskipun kondisi cukup menyulitkan.

“Kami menyusuri sungai menggunakan senter dan alat seadanya. Harapannya korban bisa cepat ditemukan,” tuturnya.

Setelah pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari, operasi kembali dilanjutkan pada Minggu pagi. Pada pagi hari, korban akhirnya ditemukan di bawah Jembatan Sungai Lebaksiu dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Warga sekitar tampak membantu proses evakuasi dan mengantarkan jenazah menuju rumah duka. [Ikhwanudin]