Aceh  

Fase Pemulihan Pasca Banjir Bandang, Warga Kampung Sekumur Butuh Perlengkapan Dapur

Ilustrasi. (Foto: Gemini)

ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Memasuki hari ke-36 pascabencana banjir bandang yang menerjang seluruh wilayah Aceh Tamiang, kondisi warga penyintas kini memasuki fase pemulihan yang kritis.

Meski air telah surut sepenuhnya, warga mulai menghadapi kendala serius dalam menjalani aktivitas domestik harian, terutama terkait keterbatasan peralatan memasak.

Hingga hari ini, mayoritas warga masih mengandalkan dapur umum atau bantuan makanan siap saji yang jumlahnya mulai berkurang. Hilangnya harta benda, termasuk kompor, panci, piring, serta tabung gas yang hanyut atau tertimbun lumpur, membuat warga kesulitan untuk kembali berdikari di dapur mereka sendiri.

Pernyataan memilukan disampaikan oleh Sopian Iskandar, Datok Penghulu (kepala desa) Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, pada Kamis (1/1/2026), terkait dampak bencana banjir bandang tersebut.

Baca Juga :  Tiga Rumah Warga Terbakar di Desa Suka Karya Simeulue Timur

Sopian mengaku seluruh bangunan rumah warga hancur total dan hilang akibat terjangan air bah serta material kayu.

“Warga kami saat ini masih bertahan di tenda pengungsian. Untuk alat merebus air saja mereka sudah tidak punya. Mereka sangat membutuhkan peralatan dapur agar bisa mulai memasak sendiri dan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan dapur umum,” ujar Sopian Iskandar.

Sopian menambahkan, pada fase pemulihan ini perekonomian di Kampung Sekumur lumpuh total. Namun, warga menginginkan dapat menyediakan konsumsi secara mandiri.

Ia juga menyebutkan kebutuhan prioritas yang saat ini sangat diperlukan oleh ratusan kepala keluarga di Kampung Sekumur, di antaranya kompor gas, tabung gas, wajan/kuali, panci, piring, gelas, sendok, wadah penyimpanan makanan, serta timba atau ember.

Baca Juga :  Kejari Simeulue Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Belanja Iklan Media Diskominfo TA 2022

Sopian berharap pemerintah, para dermawan, organisasi kemanusiaan, maupun pihak swasta melalui program CSR dapat mengalihkan fokus bantuan dari sekadar makanan siap saji menjadi bantuan alat rumah tangga (kitchen kit).

“Bantuan peralatan dapur ini bukan sekadar alat masak, tetapi simbol kemandirian warga untuk memulai hidup baru setelah sebulan lebih terkatung-katung akibat bencana,” tutupnya. [Andre]