DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mempercepat penanganan krisis air bersih yang terjadi akibat kemarau dan cuaca ekstrem El Nino. Sebanyak 16 mobil tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air ke sejumlah wilayah terdampak.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani sebelumnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kemarau. Tim tersebut ditugaskan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pasokan air bersih, tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya, kekeringan telah berdampak pada 106 jorong yang tersebar di 25 nagari dan 10 kecamatan. Sebanyak 13.554 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Dari seluruh wilayah yang terdampak, Kecamatan Sembilan Koto menjadi satu-satunya daerah yang hingga kini belum dilaporkan mengalami krisis air akibat kekeringan.
Pemkab Dharmasraya langsung melakukan pemetaan berdasarkan laporan dari camat dan wali nagari. Setelah distribusi sebelumnya dilakukan di Nagari Gunung Selasih, IV Koto Pulau Punjung, dan Koto Padang, penyaluran air bersih kembali diperluas pada Jumat (11/9/2026).
Sejumlah wilayah yang mendapat distribusi air pada hari tersebut antara lain Ampang Kuranji, Taratak Tinggi, Sikabau, Koto Ranah, Koto Laweh, Siguntur, Sungai Duo, Tabek Koto Gadang, dan Koto Baru.
Penyaluran juga menyasar Tebing Tinggi, Panyubarangan, Kurnia Selatan, Batu Rijal, Gunung Medan, Ranah Palabi, Koto Tuo Siguntur, serta Sungai Kambut.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Pemkab Dharmasraya mengoperasikan 16 mobil tangki secara bersamaan. Armada tersebut terdiri atas empat unit milik Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, 10 unit dari Balai Wilayah, dan dua unit bantuan dari Pemerintah Provinsi.
Pemerintah daerah juga tengah berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan swasta di daerah untuk menambah armada tangki air. Tambahan kendaraan dinilai penting untuk mempercepat distribusi ke jorong-jorong yang mengalami kekurangan air.
Selain mengandalkan distribusi menggunakan mobil tangki, Pemkab Dharmasraya menyiapkan langkah jangka menengah untuk mengatasi wilayah yang mengalami kekeringan paling parah. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mempercepat pembangunan sumur bor.
Annisa juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama organisasi perangkat daerah terkait melakukan pemantauan dan pendataan setiap hari. Langkah tersebut diperlukan agar perubahan kebutuhan air bersih maupun kebutuhan pompa pertanian dapat diketahui dan ditangani dengan cepat.
Menurut Annisa, penanganan dampak kemarau tidak cukup hanya mengandalkan satu instansi. Koordinasi dan keterlibatan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di tengah tantangan cuaca ekstrem ini, seluruh elemen harus bergerak terpadu agar setiap penanganan di lapangan bisa berjalan cepat dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkas Annisa. [Sonia Chaniago]









