Bupati Annisa Lindungi Warga di Tengah Kabut Asap

Redaksi Durasi
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memperlihatkan dokumen penanganan karhutla. (Foto: Diskominfo)

DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Kabut asap yang kembali mengepung bumi Ranah Cati Nan Tigo direspons dengan tindakan luar biasa oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Dipimpin langsung oleh bupati perempuan pertama di daerah tersebut, Annisa Suci Ramadhani, pemerintah daerah tidak sekadar bertindak tegas di lapangan, tetapi juga memperlihatkan komitmen kemanusiaan yang kuat demi keselamatan warganya.

Pascarapat koordinasi lintas sektoral bersama jajaran Forkopimda di Auditorium Kantor Bupati, Rabu (9/9/2026), Bupati Annisa resmi mengumumkan peningkatan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Siaga Darurat (Siaga 1). Ketetapan tersebut berlaku selama dua pekan, mulai 10 hingga 24 September 2026.

Langkah tersebut dipicu oleh menurunnya kualitas udara ke kategori tidak sehat dalam tiga hari terakhir akibat fenomena El Nino. Berada di wilayah yang berbatasan dengan kawasan rawan seperti Riau dan Jambi, Dharmasraya turut terdampak kepungan asap. Sementara itu, wilayah setempat telah mencatat 64 titik panas sejak Agustus lalu.

Baca Juga :  Anomali Dharmasraya: Satu-satunya Daerah di Sumbar yang “Melawan Arus” Perlambatan Ekonomi 2025

“Keselamatan warga, terutama kelompok rentan, tidak bisa dinegosiasikan. Kami memilih bergerak lebih cepat sebelum situasi memburuk,” tegas Bupati Annisa.

Berdasarkan maklumat Forkopimda yang ditandatangani bersama Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Kajari Indra Gunawan, Ketua PN Bangun Sagita Rambey, Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, Sekda Medison, serta Plt Kepala UPTD KPHP Habibullah, lahirlah tiga pilar aksi nyata.

Di bawah instruksi Bupati Annisa, perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas utama. Dinas Pendidikan langsung mengalihkan sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring untuk tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut akan dievaluasi pada 13 September mendatang, sementara koordinasi untuk tingkat SMA dan SMK tengah diselaraskan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga :  Hari Buruh 2026: Bupati Annisa Suci Ramadhani Ajak Jaga Harmonisasi Pekerja dan Perusahaan

Sisi humanis kepemimpinan Annisa juga terlihat dari kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi ASN yang sedang hamil guna mencegah risiko kesehatan akibat paparan kabut asap terhadap janin. Pada saat yang sama, para bidan dan kader kesehatan dikerahkan secara langsung dari rumah ke rumah untuk mendeteksi secara dini gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), disertai target distribusi 100.000 masker oleh Dinas Kesehatan.

Untuk menembus medan ekstrem yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam, Bupati Annisa menyetujui pengalihan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengadaan kendaraan bermotor trail, selang, dan pompa air portabel bagi Satgas Karhutla yang tersebar di 52 nagari. Satgas tersebut diwajibkan melakukan patroli secara intensif, terutama pada malam hari.

Dalam penegakan hukum, aturan diterapkan tanpa kompromi melalui asas strict liability (tanggung jawab mutlak). Artinya, dalam konteks ketentuan yang menerapkan asas tersebut, pertanggungjawaban tidak bergantung pada pembuktian unsur kesengajaan (mens rea). Tindakan lalai, seperti membuang puntung rokok sembarangan yang memicu kebakaran hutan, tetap dapat dikenai ketentuan pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Gandeng BI dan Bulog, Bupati Annisa Gelar Pasar Murah Skala Besar di Dua Kecamatan

Komitmen jangka panjang Pemkab Dharmasraya ditunjukkan melalui kebijakan restorasi yang ketat. Penanganan tidak berhenti ketika api padam. Seluruh lahan yang terbakar akan langsung dipasangi garis polisi, tanda batas, dan dilarang keras dialihfungsikan menjadi perkebunan baru, termasuk perkebunan kelapa sawit.

Wilayah yang rusak tersebut akan diisolasi untuk dikembalikan fungsinya sebagai hutan melalui reboisasi dengan tanaman endemik.

Ikhtiar tersebut ditutup dengan gerakan mengetuk pintu langit. Bupati Annisa mengajak seluruh masyarakat Dharmasraya untuk bersatu dalam doa bersama dan melaksanakan salat istisqa demi memohon turunnya hujan agar Ranah Cati Nan Tigo segera bersih dari kepungan asap. [Sonia Chaniago]