Gamawa Kepri Minta Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyeludupan di Punggur Dalam Batam

Pendiri Gamawa Kepri, Abdul Rasyid Baharuddin (kiri). Foto: Dok Pribadi

BATAM, DURASI.co.id – Gerakan Menjaga Marwah (Gamawa) Kepulauan Riau (Kepri) meminta penegak hukum menindak tegas para pelaku penyeludupan di Pelabuhan Rakyat Kampung Tua Telaga Punggur (Punggur Dalam), Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

“Menurut saya jangan hanya patroli saja, tapi juga harus dilakukan penindakan, karena hingga saat ini aktivitas penyeludupan di Punggur Dalam masih terus berjalan,” kata Pendiri Gamawa Kepri, Abdul Rasyid Baharudin, SPd kepada Durasi.co.id, Selasa (4/4/2023).

Ia menyebutkan, bahwa aktivitas penyeludupan yang telah berlangsung sejak lama itu sangat merugikan negara. “Penyeludupan ini harus segera ditindak karena sangat merugikan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Boy Herlambang ketika dikonfirmasi Durasi.co.id melalui pesan WhatsApp pada Selasa (4/4/2023) terkait aktivitas tersebut, belum merespon.

Baca Juga :  Awasi Keberadaan Orang Asing, Timpora Kepri Gelar Rapat Gabungan

Seperti berita sebelumnya, Pelabuhan Rakyat Kampung Tua Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini masih menjadi “surga” bagi mafia penyeludupan.

Penelusuran Durasi.co.id sejak seminggu terakhir, aktivitas bongkar muat di pelabuhan rakyat Kampung Tua Telaga Punggur terpantau tanpa pengawasan dari penegak hukum.

Truk yang diduga membawa barang selundupan saat masuk ke pelabuhan rakyat Kampung Tua Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. (Foto: Dok Durasi.co.id)

“Penyeludupan di sana (pelabuhan rakyat Kampung Tua Telaga Punggur) sudah berlangsung sejak lama bang. Hingga saat ini masih aman-aman saja,” kata sumber Durasi.co.id, Sabtu (1/4/2023).

la menjelaskan, bahwa barang yang dimuat ke kapal kayu (Pompong) tersebut, seperti sembako, elektronik, minuman alkohol dan rokok tanpa cukai.

“Di Teluk Nipah pemainnya BJ. Kalau di Punggur dalam (Pelabuhan Kampung Tua Telaga Punggur) ada WTK, LAS, AL, EV dan SGL,” beber dia.

Baca Juga :  Wagub Kepri Buka Kejurda Panahan dan Turnamen Sepak Bola Urawa Cup 2025 di Batam

Dia menyebutkan, dalam sekali penyeludupan, para mafia ini bisa meraup keuntungan yang sangat besar, didapatkan dari penghindaran pembayaran pajak.

“Pasti untungnya sangat besar bang, mereka kan tidak bayar pajak,” kata dia menandaskan. (red)