BATAM, DURASI.co.id – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang selama ini terjaga kondusif berkat sinergitas seluruh pihak telah memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi, khususnya di Kota Batam.
Di sektor pariwisata, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa hotel dan penginapan bahkan mengalami peningkatan tingkat hunian kamar dengan rata-rata okupansi antara 70 hingga 100 persen.
Hal itu disampaikan Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, saat memberikan sambutan dalam kegiatan silaturahmi dan buka bersama para ulama, paguyuban, dan buruh di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Kota Batam, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini juga diikuti seluruh polres di wilayah Polda Kepri secara virtual.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian cendera mata kepada perwakilan ulama, paguyuban, dan buruh. Selanjutnya dilaksanakan deklarasi kamtibmas bersama. Sebelum berbuka puasa, disampaikan sambutan dan kuliah tujuh menit (kultum) oleh Ketua MUI Provinsi Kepri, kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama serta salat magrib berjemaah.
Selain Kapolda Kepri, acara ini juga dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo beserta para pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, serta diikuti Kapolresta Tanjungpinang dan para kapolres jajaran Polda Kepri secara virtual.
Sementara itu, tamu undangan yang hadir antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepri Zoztafia, Ketua MUI Provinsi Kepri Bambang Maryono, Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Kota Batam Syarifuddin, perwakilan DPW F-SPMI Provinsi Kepri Deddy Iskandar, perwakilan DPD F-SPMI LEM SPSI Syaiful Badri, para ulama, ketua paguyuban, serta serikat buruh. Jumlah tamu yang hadir sekitar 300 orang.
Kapolda Kepri juga menyampaikan apresiasi kepada para undangan, khususnya ulama dan MUI Provinsi Kepulauan Riau, komunitas dan paguyuban di Kepri, serta para buruh yang telah hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut.
“Hari ini Polda Kepri melaksanakan buka bersama serta silaturahmi dengan organisasi masyarakat (ormas), paguyuban, dan rekan-rekan dari serikat pekerja dalam sebuah kegiatan berbuka bersama. Tujuannya agar polisi dan masyarakat dapat bersinergi menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kepri,” ujar Kapolda.
Menurutnya, tokoh agama memiliki peran sangat penting dalam mendukung dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kepri. Salah satunya sebagai cooling system atau penyejuk suasana di tengah masyarakat. Selain itu, diharapkan mampu menyampaikan informasi yang benar, terutama dalam menyikapi berbagai berita yang belum tentu kebenarannya.
“Diharapkan para ulama dan tokoh masyarakat dapat menjadi perpanjangan tangan kami dalam memberikan edukasi, bimbingan, dan arahan kepada masyarakat agar terwujud kamtibmas di wilayah masing-masing. Tujuannya agar kita tidak mudah diadu domba, hidup saling bertoleransi, serta tidak terpapar hoaks atau informasi yang tidak jelas,” jelasnya.
Ia juga memerintahkan para kapolres dan jajaran Polda Kepri untuk terus membuka dan menjalin komunikasi intensif dengan para ulama guna melakukan pengecekan silang terhadap setiap informasi yang berkembang di wilayah masing-masing.
“Hal ini penting sebagai dasar dalam mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas kamtibmas. Apalagi di Batam, potensi konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal, cukup tinggi. Namun, kita patut bersyukur karena hingga saat ini tidak terjadi unjuk rasa yang menonjol dan berdampak signifikan terhadap situasi kamtibmas,” lanjutnya.
Kondisi tersebut terwujud berkat dukungan ulama, paguyuban, buruh, serta mahasiswa yang turut menjaga kondusivitas wilayah Kepri. Mahasiswa yang kerap menyuarakan aspirasi rakyat pun menunjukkan sikap kooperatif serta memahami adanya potensi pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi demi menciptakan ketidakstabilan di Kota Batam.
Kapolda Kepri mengharapkan seluruh elemen masyarakat Provinsi Kepri terus menjaga situasi kamtibmas yang saat ini relatif kondusif. Terutama di Kota Batam, stabilitas keamanan harus tetap terjamin karena investasi sangat bergantung pada situasi yang aman dan kondusif. Hal ini penting demi menjaga roda perekonomian serta mendorong peningkatan pembangunan di Provinsi Kepri secara keseluruhan.
Polda Kepri tidak pernah melarang masyarakat menyampaikan pendapat melalui unjuk rasa sebagai bagian dari hak demokrasi. Namun, kepentingan publik tetap harus dipertimbangkan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tertib.
“Oleh karena itu, perlu adanya kesepahaman bersama mengenai metode penyampaian pendapat yang baik, santun, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ucap Kapolda Kepri.
Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepri Zoztafia juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan, Kementerian Agama memiliki komitmen untuk memperkuat moderasi beragama, membangun toleransi, serta menjaga kerukunan umat beragama. Sinergi bersama Polda Kepri dinilai penting, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih pada bulan suci Ramadan.
“Kami percaya bahwa keamanan dan kerukunan adalah fondasi utama pembangunan. Ketika masyarakat merasa aman dan tenteram, aktivitas ibadah dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kami siap terus berkolaborasi dan mendukung setiap langkah untuk menjaga kedamaian dan persatuan di Bumi Segantang Lada yang kita cintai,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Kepri Bambang Maryono mengatakan kegiatan tersebut merupakan inovasi yang sangat baik. Mewakili seluruh undangan, ia mengucapkan terima kasih, terlebih karena juga dilakukan pelantikan dai kamtibmas.
Ia berharap hubungan antarumat beragama dan pemerintah semakin terjalin dengan baik serta kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan Kapolda Kepri bersama tokoh masyarakat.
“Situasi Kepri sejauh ini sangat baik dan bahkan mendapat predikat nomor satu tingkat kerukunan nasional. Terkait kamtibmas, Kepri juga sangat kondusif,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Kepri semakin aman sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian. Dengan situasi yang baik, investor akan masuk dan iklim investasi meningkat sehingga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
“Dengan demikian, tujuan bersama dapat tercapai, yakni menciptakan negeri yang aman, damai, dan sejahtera serta masyarakat yang tenteram dalam kehidupan berbudaya sehingga selalu dalam lindungan Allah. Kami dari tokoh agama siap bersama Polda menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kepri,” tukasnya.









