Genggaman Terakhir di Tengah Banjir, Niat Menolong Pelajar SMK Berakhir Maut

Petugas BPBD mendatangi lokasi pelajar yang terseret arus banjir di Jalur Bojong–Bumijawa, Rabu sore (4/2/26).

TEGAL, DURASI.co.id – Niat tulus untuk menolong sesama berubah menjadi tragedi memilukan. Ajun Arman Permadi (17), pelajar SMK Al Yaman Lebaksiu, Kabupaten Tegal, meninggal dunia setelah terseret arus banjir deras di Jalur Bojong-Bumijawa, Rabu sore (4/2/2026). Aksi heroik yang dilakukannya di tengah hujan lebat justru mengantarkan Ajun pada akhir hidup yang tragis.

Detik-detik peristiwa itu masih membekas kuat dalam ingatan warga sekitar. Saat hujan mengguyur deras, air banjir bercampur lumpur dan sampah mengalir kencang di badan jalan hingga menyulitkan kendaraan melintas. Di tengah kondisi berbahaya tersebut, sebuah sepeda motor terpeleset dan pengendaranya terjatuh, nyaris hanyut terbawa arus.

Tanpa ragu dan tanpa memikirkan keselamatan diri, Ajun yang saat itu melintas langsung turun dari pinggir jalan untuk menolong. Ia mendekati pengendara motor tersebut dan sempat meraih tangannya. Beberapa detik, keduanya terlihat saling berpegangan melawan derasnya arus.

Baca Juga :  Apel Siaga Pengawasan Tahapan Kampanye Pemilu 2024: Memastikan Keadilan dan Kualitas Demokrasi

“Awalnya masih kuat. Tangannya sempat berpegangan, tetapi arusnya makin besar. Tiba-tiba pegangan itu lepas, korban langsung terseret,” tutur Wakhyudin, seorang saksi mata, dengan suara bergetar.

Dalam hitungan detik, tubuh Ajun terseret arus deras ke arah hilir dan menghilang dari pandangan. Warga di sekitar lokasi hanya bisa berteriak meminta bantuan. Kondisi air yang tinggi dan arus yang sangat kuat membuat tak seorang pun berani turun langsung ke aliran banjir.

“Kami cuma bisa berteriak meminta tolong. Airnya deras sekali. Kalau nekat turun, bisa ikut hanyut,” timpal saksi lainnya, Aan.

Sejak saat itu, Ajun dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga sekitar langsung melakukan pencarian intensif. Penyisiran dilakukan sepanjang aliran sungai, baik dari darat maupun di titik-titik rawan yang diduga menjadi tempat korban tersangkut.

Baca Juga :  Toko Sembako di Sekupang Terbakar, Dua Lantai Hangus

Harapan keluarga dan warga agar Ajun ditemukan dalam keadaan selamat terus dipanjatkan. Namun, harapan itu pupus pada Kamis pagi (5/2/2026). Jasad Ajun ditemukan di Sungai Kaligung, wilayah Kajen–Lebaksiu, beberapa kilometer dari lokasi awal ia terseret arus, dalam kondisi meninggal dunia.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Derasnya arus sungai dan banyaknya material kayu serta lumpur menyulitkan petugas untuk menjangkau jasad korban. Dengan kehati-hatian tinggi, tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi korban ke darat, disambut isak tangis keluarga dan warga yang sejak pagi memadati lokasi.

Ajun Arman Permadi, warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja, dikenal sebagai pribadi sederhana dan peduli terhadap sesama. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan pihak sekolah, tetapi juga masyarakat Kabupaten Tegal yang tersentuh oleh kisah keberaniannya. [Ikhwanudin]