TANGERANG, DURASI.co.id – Hujan deras yang turun tanpa henti mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kampung Pasirangdu, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tergenang air.
Kondisi tersebut diperparah dengan meluapnya air dari penampungan berupa danau buatan yang tidak mampu menahan debit air hujan.
Intensitas hujan yang tinggi sejak siang hingga malam hari menyebabkan genangan air mencapai setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, aktivitas warga, termasuk para pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama Pertama Negeri (SMPN) 04, turut terganggu.
Salah seorang warga Pasirangdu, Angga, mengatakan banjir di wilayahnya sudah kerap terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat musim hujan. Bahkan, ketinggian air kerap mencapai lutut orang dewasa.
“Air tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke pekarangan hingga ke dalam rumah warga. Akibatnya, perabotan rumah tangga terendam air. Barang elektronik seperti televisi, pakaian, dan kasur juga rusak,” ujar Angga, Sabtu (31/1/2026).
Ia menambahkan, meskipun di wilayah tersebut sudah tersedia embung dan danau penampung air hujan, kapasitasnya belum mampu menampung curah hujan yang tinggi. Selain hujan, cuaca ekstrem juga disertai petir dan angin kencang yang berpotensi menumbangkan pepohonan besar hingga menimpa rumah warga dan menyebabkan kerusakan cukup parah.
Warga lainnya, Iwan, yang akrab disapa Pektai, mengatakan banjir yang terjadi di sejumlah titik turut mengganggu kegiatan belajar mengajar. Banyak pelajar kesulitan berangkat ke sekolah karena rumah mereka terendam banjir, bahkan pakaian seragam menjadi basah dan tidak dapat digunakan.
Iwan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada warga terdampak, seperti makanan, pakaian, dan selimut. Pasalnya, hampir seluruh perabotan rumah tangga milik warga terendam air akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.
“Bantuan sangat dibutuhkan karena kondisi warga saat ini cukup memprihatinkan,” ujarnya. [Subhan/Pektai]









