Pelayanan RSUD Kota Bogor Disorot, Oknum Pegawai Diduga Arogan Terhadap Wartawan

RSUD Kota Bogor. (Foto: Jai/Durasi.co.id)

BOGOR, DURASI.co.id – Pelayanan RSUD Kota Bogor kembali disorot setelah seorang pegawai di ruang Sekretaris Direktur (Sekdir) diduga bersikap arogan terhadap awak media, Jumat (3/10/2025).

Peristiwa bermula ketika awak Media Bharata News mendampingi pimpinan redaksi Detiksatu.com yang sedang dirawat dan terkendala biaya pemulangan. Setelah diarahkan resepsionis dan difasilitasi satpam, rombongan diterima seorang pegawai di ruang Sekdir.

Namun, jawaban pegawai itu dinilai tidak pantas. “Pak Reno sedang rapat di Balai Kota. Anda media apa? Bharata News, ya? Anda kan tahu RSUD sedang mengalami kebangkrutan. Kalau semua media minta dibebaskan biayanya, bisa-bisa rumah sakit rugi dan bangkrut,” ujarnya dengan nada tinggi.

Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya, Rohmat Selamat, menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan kewajiban negara dalam menyediakan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Kapolres Jakarta Utara Kembali Kunjungi Korban Kebakaran di Penjaringan

“Yang membuat rumah sakit bangkrut itu korupsi, bukan karena ada wartawan sakit lalu minta keringanan biaya. Sesuai Pasal 34 ayat (3) UUD 1945, negara wajib menyediakan fasilitas kesehatan yang layak,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan aktivis KPKB, Zefferi. Ia mendorong audit menyeluruh terhadap RSUD Kota Bogor serta menekankan agar pelayanan kesehatan tidak diskriminatif, termasuk terhadap kalangan media.

“Audit menyeluruh terhadap RSUD Kota Bogor perlu segera dilakukan, baik dari aspek manajemen, keuangan, maupun mutu layanan,” katanya. [Jai]