Jakarta Fair 2026 Raup Transaksi Rp8,2 Triliun Selama 42 Hari

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menutup gelaran JFK 2026 di Arena JIExpo, Kemayoran, Minggu (12/7/26).

JAKARTA, DURASI.co.id – Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 resmi berakhir setelah ditutup oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/7) malam. Selama lebih dari satu bulan penyelenggaraan, pameran terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara itu mencatat nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun.

JFK 2026 berlangsung sejak 1 Juni hingga 12 Juli sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Rano Karno mengaku bangga dapat kembali menghadiri ajang tahunan yang dinilai menjadi salah satu penggerak utama perekonomian ibu kota.

“JFK tidak sekadar pameran, melainkan miniatur Jakarta yang memperlihatkan bagaimana pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat bergerak bersama menggerakkan roda perekonomian kota,” ujar Rano.

Baca Juga :  Dhipa Adista Justicia Resmi Buka Kantor Hukum DAJ Cabang Kelapa Gading

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini melibatkan lebih dari 2.800 peserta yang mengisi sekitar 1.800 stan. Selain pelaku usaha besar, ratusan UMKM serta industri dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam pameran tersebut.

Menurut Rano, Jakarta Fair kembali membuktikan fungsinya sebagai etalase produk unggulan nasional sekaligus ruang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan masyarakat.

“JFK 2026 kembali menunjukkan peran sebagai etalase produk unggulan nasional, sekaligus ruang bertemu, peluang usaha, investasi, dan kreativitas,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Selama penyelenggaraan, Jakarta Fair dikunjungi sekitar 6,1 juta orang, dengan total transaksi mencapai Rp8,2 triliun.

“Alhamdulillah, capaian transaksi ini mencerminkan optimisme ekonomi Jakarta yang tetap terjaga. Sementara pada triwulan pertama 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,59 persen dengan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional,” paparnya.

Baca Juga :  Papan Proyek Rekonstruksi Jalan Tarikolot Citeureup Terpampang, Namun Pengerjaan Tak Jelas

Rano menambahkan, Jakarta Fair menjadi salah satu sarana yang memperkuat optimisme ekonomi melalui pertemuan antara pelaku usaha dan masyarakat. Momentum tersebut dinilai mampu membuka peluang transaksi, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong perkembangan produk-produk lokal.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat iklim investasi, mendukung dunia usaha dan UMKM agar semakin kompetitif serta naik kelas, sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif.

“Tahun depan, Jakarta akan memasuki usia 500 tahun sebagai tonggak sejarah yang menjadi kebanggaan bersama. Saya berharap Jakarta Fair tahun depan hadir lebih besar, meriah, inovatif, dan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia JFK 2026, Hartati Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta atas dukungan yang diberikan selama penyelenggaraan acara.

Baca Juga :  Soal Proyek PT Jaswita di Riung Gunung, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor: Hentikan Dulu Pekerjaan Sampai Izin Keluar

“Perhelatan JFK mendorong dan membantu promosi perdagangan dan roda perekonomian Kota Jakarta dalam perjalanan menuju lima abad,” katanya.

Hartati menjelaskan, Jakarta Fair merupakan wadah pameran multiproduk yang dipadukan dengan hiburan serta pertemuan bisnis untuk mendorong perdagangan dan investasi, mulai dari pelaku UMKM hingga industri nasional maupun internasional.

Menurutnya, sebagai salah satu platform strategis industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia, Jakarta Fair juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, melestarikan budaya, dan memperkuat identitas nasional.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta, para pengunjung, peserta, khususnya yang hadir pada malam hari ini,” katanya. [Zefferi]