JAKARTA, DURASI.co.id – Program Beasiswa Sawit 2025 resmi dibuka dengan kuota yang diperluas menjadi 4.000 penerima, naik 33 persen dari tahun lalu. Peningkatan ini memberi peluang lebih besar bagi anak-anak petani dan pekerja sawit di seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan secara gratis.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurachman, mengatakan bahwa kenaikan kuota mencerminkan komitmen untuk membangun sumber daya manusia unggul di sektor kelapa sawit.
“Antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun sangat tinggi. Karena itu, kuota beasiswa tahun ini kami tingkatkan menjadi 4.000 agar lebih banyak anak petani dan pekerja sawit bisa mengakses pendidikan berkualitas secara gratis,” ujarnya seperti dikutip dari dalam keterangan resmi di laman BPDP, Minggu (20/4/2025).
Program ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dan BPDPKS. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas SDM industri sawit melalui jalur pendidikan vokasi dan sarjana.
Saat ini, beasiswa telah menjalin kemitraan dengan 24 institusi pendidikan tinggi dan vokasi di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, hingga Papua Barat. Peserta dapat memilih jenjang pendidikan sesuai minat dan latar belakang mereka, dari D1 hingga S1.
BPDPKS juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain, sehingga jumlah mitra penyelenggara masih berpotensi bertambah.
Beasiswa ini terbuka bagi lima kategori pendaftar yakni anak, istri, atau suami dari pekebun kelapa sawit, pekerja di bidang budidaya atau pengolahan kelapa sawit, keluarga pekerja sawit, pengurus atau anggota koperasi maupun lembaga yang bergerak di sektor sawit, serta aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terlibat dalam sektor perkebunan kelapa sawit.
Setiap penerima Beasiswa Sawit 2025 akan mendapatkan fasilitas yang lengkap, mencakup biaya pendidikan penuh, uang saku, buku, sertifikat kompetensi, transportasi pulang-pergi dari rumah ke kampus, kesempatan magang di perusahaan perkebunan besar, serta biaya wisuda.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi www.beasiswasdmsawit.id. Proses seleksi mencakup beberapa tahap, mulai dari pembuatan akun, login menggunakan ID dan PIN, pengisian serta finalisasi data, hingga verifikasi kelulusan administrasi.
Eddy Abdurachman berharap semakin banyak generasi muda dari keluarga petani sawit yang memanfaatkan peluang ini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Dengan pendidikan yang baik, mereka dapat menjadi pelaku utama dalam mendorong transformasi industri sawit yang berkelanjutan, produktif, dan ramah lingkungan,” tandasnya.
Penulis: Indra
Editor: Aliman







