Launching Warkop Awe Kuphie, Denyut Ekonomi Aceh Tamiang Kembali Bergeliat

Tampak sisi luar Warkop Awe Kuphie yang berlokasi di Jalan Medan–Banda Aceh, Kampung Upah, Karang Baru. (Andre/Durasi.co.id)

ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Suasana optimisme mulai menyelimuti wilayah Aceh Tamiang. Pascabencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan aktivitas warga, geliat ekonomi masyarakat kini mulai menunjukkan tren positif. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Warkop Awe Kuphie yang berlokasi di Jalan Medan-Banda Aceh, Kampung Upah, Karang Baru, Senin (19/1/2026), yang sekaligus menjadi simbol ketangguhan sektor perdagangan lokal untuk bangkit kembali.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa fase pemulihan kini berjalan pesat. Selain kehadiran Warkop Awe Kuphie, aktivitas perdagangan di berbagai titik mulai kembali normal. Pasar-pasar tradisional kembali ramai dipadati pedagang dan pembeli, penjual pulsa membuka kembali gerainya, serta rumah makan, minimarket, dan warung kopi lainnya mulai beroperasi secara penuh.

Baca Juga :  Lawatan ke Turki, Gubernur Ansar Paparkan Potensi Kepri

Pemandangan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Aceh Tamiang siap menata ulang masa depan perekonomian mereka.
Pemilik Warkop Awe Kuphie, Rusli, menyampaikan bahwa pembukaan usahanya merupakan bagian dari gerakan kolektif masyarakat untuk pulih.

“Kita melihat semangat yang luar biasa di pasar-pasar dan pertokoan hari ini. Masyarakat mulai berdagang kembali, minimarket dan rumah makan sudah beroperasi. Warkop Awe Kuphie hadir untuk ikut meramaikan ekosistem ekonomi ini. Kami ingin membuktikan bahwa setelah badai, perekonomian harus tumbuh lebih kuat,” ujar Rusli.

Rusli juga menekankan pentingnya perputaran uang di tingkat lokal untuk mempercepat pemulihan infrastruktur sosial pascabencana. Kehadiran berbagai unit usaha, mulai dari skala kecil seperti penjual pulsa hingga skala menengah seperti rumah makan dan minimarket, menjadi fondasi utama pemulihan ekonomi daerah.

Baca Juga :  SK Diperpanjang, Mahyuzar Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Aceh Utara

Menurutnya, indikator kebangkitan ekonomi Aceh Tamiang ditandai dengan stabilnya kembali interaksi jual beli kebutuhan pokok, munculnya usaha pelaku UMKM seperti warung kopi dan rumah makan yang kembali menjadi pusat interaksi sosial dan ekonomi, serta pulihnya akses layanan ritel seperti minimarket dan penyedia jasa komunikasi yang kembali melayani masyarakat secara normal.

Terlihat ratusan warga hadir dalam acara peluncuran tersebut dan menyambut positif kehadiran Warkop Awe Kuphie. Bagi masyarakat, momentum ini menjadi bukti nyata bahwa sektor swasta dan tokoh masyarakat mulai bergerak aktif melakukan pemulihan fisik maupun mental pascabencana.

“Peluncuran Warkop Awe Kuphie ini diharapkan dapat menghapus trauma bencana dan menggantikannya dengan semangat produktivitas untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang yang sempat terhenti,” kata Rusli kepada wartawan. [Andre]