KARIMUN, DURASI.co.id – Aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang mencoba masuk ke Batam melalui jalur tikus di Karimun.
Kelima PMI tersebut diamankan pada Senin (24/2/2025) dini hari saat hendak turun dari kapal dan berpindah ke mobil yang telah disiapkan. Operasi ini berawal dari penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia, tetapi petugas justru menemukan jaringan penyelundupan manusia.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Imam Riyadi, mengonfirmasi bahwa lima PMI tersebut telah diserahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun kepada BP3MI Kepri untuk pendataan dan perlindungan.
“Lima PMI nonprosedural telah diserahkan oleh Bea Cukai Karimun kepada kami,” kata Imam Riyadi, Rabu (26/2/2025).
Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini melibatkan Bea Cukai Karimun, BAIS TNI, dan BIN. Petugas mencurigai aktivitas mencurigakan di Pelabuhan Pelambung sekitar pukul 00.40 WIB, di mana sebuah mobil terlihat menaikkan beberapa orang dengan cepat. Tim operasi segera melakukan pencegatan dan mendapati bahwa mereka adalah PMI nonprosedural yang baru saja tiba dari Malaysia.
“Selain lima PMI, petugas juga mengamankan tiga orang yang menjemput mereka, yakni sopir berinisial AS serta dua rekannya, BI dan RM. Sementara itu, nakhoda dan anak buah kapal (ABK) berhasil melarikan diri dengan speedboat yang mereka gunakan,” jelasnya.
Hasil pendalaman BP3MI Kepri mengungkap bahwa para PMI membayar antara 1.300 hingga 3.700 Ringgit Malaysia (sekitar Rp 4,5 juta hingga Rp 13 juta) kepada agen berbeda agar bisa kembali ke Indonesia. Mereka baru saling mengenal ketika hendak naik kapal di Kukup, Malaysia, sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
“Selama perjalanan laut yang berlangsung sekitar tiga jam, mereka dipaksa menundukkan kepala dan ditutupi selimut agar tidak terlihat saat kapal mendekati pantai,” ungkap Imam Riyadi.
Ia menyebutkan, sesampainya di Pelabuhan Tikus di Pantai Pongkar, para PMI diarahkan oleh ABK untuk segera naik ke mobil yang telah disiapkan. Namun, sebelum sempat meninggalkan lokasi, mobil mereka dihentikan oleh tim operasi.
“Saat ini, kelima PMI nonprosedural tersebut difasilitasi di Rumah Ramah P4MI Karimun sebelum dipulangkan ke daerah asal mereka,” tandasnya.
Penulis: Ali
Editor: Indra







