NIAS BARAT, DURASI.co.id – Pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Hayo, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, kini menuai polemik. Warga mengaku kecewa dan merasa ditipu karena pelaksanaan proyek tersebut dinilai tidak transparan.
Pernyataan ini disampaikan sejumlah warga seusai musyawarah yang digelar di Kantor Camat Mandrehe pada Kamis, 3 Juli 2025.
“Salah satu perwakilan masyarakat, Temazatulo Gulo alias Ama Windi Gulo, menyatakan bahwa mereka merasa telah ditipu dan hak-haknya digelapkan oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPM).”
Ia menjelaskan bahwa dana tahap pertama dan kedua telah mereka terima dalam bentuk barang serta sebagian uang untuk keperluan pembangunan MCK. Namun, dana tahap ketiga justru tidak mereka terima sebagaimana seharusnya.
“Kami sudah menerima dana tahap pertama dan kedua dalam bentuk barang dan sebagian uang untuk pembangunan MCK. Namun, dana tahap ketiga tidak kami terima, bahkan ada indikasi telah digelapkan,” timpal warga lainnya, Demanasokhi Gulo.
Ia juga mengungkapkan bahwa mereka telah mencoba berkonsultasi dengan Ketua KPM dan Kepala Desa terkait pencairan dana tahap ketiga. Namun, jawaban yang diterima justru tidak sesuai harapan. Menurut mereka, dana tersebut dinyatakan batal tanpa alasan yang jelas.
“Saat kami tanyakan kepada Ketua KPM, dia menyatakan bahwa dana tahap ketiga sudah batal. Kami merasa ada yang tidak beres dalam pengelolaan dana ini,” ujarnya. [Odal Zai]









