DURI, DURASI.co.id – Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Besar At-Taqwa, Kecamatan Pinggir, menggelar Kajian Subuh dan Zikir (Istighosah) dalam rangka memperingati Milad ke-51 Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke-514. Kegiatan berlangsung di Masjid Besar At-Taqwa, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat keimanan dan ketakwaan umat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mengenang kontribusi MUI dalam membina kehidupan beragama serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah dinamika sosial.
Selain memperingati Milad MUI, kegiatan itu juga menjadi bentuk rasa syukur atas Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke-514. Doa bersama dipanjatkan agar daerah yang mengusung visi Bengkalis Bermarwah, Maju, dan Sejahtera (Bermasa) semakin berkembang dan unggul di tingkat nasional.
Ketua MUI Kecamatan Pinggir, Zulkifli, mengapresiasi terselenggaranya kajian subuh dan istighosah tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat persaudaraan sesama umat Islam.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan dan mempererat ukhuwah Islamiah. Melalui zikir dan doa bersama, kita berharap keberkahan serta keselamatan untuk negeri, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Pinggir,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, MUI tidak hanya berperan sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang religius dan harmonis. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga melalui kegiatan ini, peran MUI semakin dirasakan oleh masyarakat, serta mampu menjadi penguat dalam menjaga moral dan akhlak generasi ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua BKM Masjid Besar At-Taqwa, Akhyar Mukmin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat keimanan sekaligus mempertegas peran MUI sebagai mitra umat dalam menghadapi tantangan sosial dan keagamaan di era modern.
“Melalui kajian subuh dan istighosah ini, kita berharap dapat memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat kebersamaan di tengah masyarakat, serta menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas ibadah,” ujarnya.
Akhyar yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Muara Basung menilai kegiatan itu turut mempererat silaturahmi antara warga dan para tokoh agama. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jemaah yang telah memadati masjid sejak dini hari.
“Diharapkan kegiatan ini dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Kecamatan Pinggir,” tuturnya.
Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay, menyebut kajian subuh dan istighosah merupakan kegiatan positif yang mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat. Pemerintah Kecamatan Pinggir tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini sebagai upaya menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Provinsi Riau, M Alga Viqky Azmi. Ia menegaskan bahwa MUI memiliki peran penting dalam menjaga moral dan akhlak umat di tengah tantangan perkembangan zaman.
“Momentum Milad ke-51 MUI ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya peran ulama dalam membimbing umat. Kegiatan seperti ini bukan hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menjadi benteng dalam menjaga generasi dari pengaruh negatif,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat subuh berjemaah, dilanjutkan kajian subuh yang disampaikan Ustaz Muhammad Zuchri Fachrun, kemudian zikir dan istighosah untuk kemaslahatan bangsa dan daerah.
Selanjutnya, panitia menggelar sarapan bersama serta menyerahkan santunan kepada fakir miskin dan kaum duafa sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan ditutup dengan ziarah ke makam Tuan Guru Syekh Muhammad Yusuf bin Mel Bahrum.
Acara tersebut dihadiri Tuan Guru Tarekat Naqsabandiyah Khairul Zaman, pengurus MUI Kecamatan Pinggir, perangkat desa, Ketua TP PKK beserta anggota, Ketua BPD Muara Basung beserta anggota, kepala dusun, ketua RT/RW, penjabat dan lurah se-Kecamatan Pinggir, Forkopimcam Pinggir, mahasiswa KKN Hubbulwathan Duri dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta jemaah Masjid Besar At-Taqwa dan Rumah Suluk Khairul Amal Desa Muara Basung. [Fadil]







