PEMALANG, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar rapat koordinasi Pemadanan Data Penerima Santunan usia 55 sampai dengan 65 tahun, di salah satu hotel ternama di Pemalang, Senin (21/4/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain seluruh perangkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Pemalang.
Bupati Pemalang melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja, Umroni, menegaskan komitmen terhadap keadilan sosial dengan merancang program santunan kematian yang menyasar warga miskin berusia 55 hingga 65 tahun.
“Program ini akan dibiayai langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bagian dari perluasan perlindungan sosial nonformal,” tuturnya.
Arah kebijakan strategis daerah untuk tahun 2025, salah satu fokus utamanya adalah program santunan kematian bagi warga miskin yang belum masuk dalam skema jaminan ketenagakerjaan formal.
Program ini digagas oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dan Wakil Bupati Norkholes, bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pemalang serta perangkat daerah terkait. Kepala Dinas Tenaga Kerja menjadi representasi resmi pemerintah dalam pelaksanaan dan penyampaian program ini kepada publik.
“Risiko kematian bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja. Ketika itu terjadi pada warga miskin, sering kali yang ditinggalkan kehilangan sumber penghidupan utama,” ujar Umroni.
Data penerima akan dipadankan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka yang lolos verifikasi akan secara otomatis didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan oleh pemerintah daerah. Bila terjadi kematian, santunan akan diberikan kepada ahli waris tanpa proses klaim yang rumit.
Pada kesempatan tersebut, Umroni juga menyinggung peristiwa duka yang baru-baru ini terjadi, seorang warga meninggal dunia tertimpa pohon saat hendak melaksanakan Salat Idulfitri 1446 H/2025.
“Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perlindungan sosial bukan sekadar angka anggaran, tetapi kebutuhan nyata yang menyentuh kemanusiaan. Kami berusaha agar program ini tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar hadir ketika warga membutuhkan,” tandasnya.
Penulis: Alwi Prapto
Editor: Indra







