KKM Kelompok 34 UNIBA Jalin Sinergi dengan Pemerintah Desa Kendayakan

Redaksi Durasi
Mahasiswa KKM Kelompok 34 UNIBA berfoto bersama apartur Pemdes Kendayakan usai audiensi dan silaturahmi di Kantor Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, baru-baru ini. (Foto: Dok UNIBA)

SERANG, DURASI.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 34 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menegaskan komitmennya membangun sinergi dengan Pemerintah Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, guna menghadirkan program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Kelompok 34 KKM Universitas Bina Bangsa, Ridho Pratama, saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (21/7/2026).

Menurut Ridho, seluruh program yang disusun kelompoknya mengedepankan kebutuhan masyarakat dan hasil koordinasi dengan pemerintah desa agar pelaksanaan KKM tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata.

“Sebelum menyusun program kerja, kami terlebih dahulu membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga,” ujar Ridho.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi dan silaturahmi yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama Pemerintah Desa Kendayakan di Kantor Desa Kendayakan. Pertemuan itu menjadi agenda awal mahasiswa untuk mengenal kondisi wilayah sekaligus menjaring berbagai masukan sebagai dasar penyusunan program kerja selama masa pengabdian.

Audiensi tersebut dihadiri Kepala Desa Kendayakan, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kendayakan, kader PKK, petugas sensus ekonomi desa, perangkat desa, serta mahasiswa KKM Kelompok 34 Universitas Bina Bangsa.

Baca Juga :  Ciptakan Lingkungan Bersih, MIN Tanjungpinang Gelar Gotong Royong

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi antara mahasiswa dan pemerintah desa, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk menggali berbagai informasi mengenai kondisi sosial, potensi desa, kegiatan masyarakat, hingga kebutuhan pembangunan yang masih memerlukan perhatian.

Ridho mengatakan, audiensi merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum mahasiswa menyusun dan menjalankan program kerja di lapangan. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat agar program yang dirancang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kendayakan.

“Kami ingin memastikan bahwa program kerja yang akan kami laksanakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, arahan dan masukan dari pemerintah desa menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami dalam menyusun program pengabdian yang tepat sasaran,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kendayakan menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat menjadi mitra pemerintah desa dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa juga memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Desa Kendayakan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah usaha peternakan ayam yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian desa.

Baca Juga :  Peran Prof John Pahamzah dalam Pengembangan Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia

“Desa Kendayakan memiliki berbagai potensi yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya adalah peternakan ayam yang saat ini dikelola oleh BUMDes. Potensi ini menjadi salah satu aset desa yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap mahasiswa KKM dapat melihat potensi-potensi yang ada serta memberikan gagasan maupun inovasi yang dapat mendukung kemajuan desa,” ungkapnya.

Selain membahas potensi ekonomi desa, Kepala Desa juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam mendukung kegiatan sosial, pendidikan, kepemudaan, serta pemberdayaan masyarakat selama masa KKM berlangsung. Menurutnya, mahasiswa memiliki kemampuan dan wawasan yang dapat menjadi energi baru dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kendayakan turut menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang selama ini berjalan di lingkungan desa. Ia berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan kader PKK dalam berbagai kegiatan yang berorientasi pada pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Dalam forum yang sama, petugas sensus ekonomi desa juga memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian masyarakat serta berbagai peluang yang dapat dikembangkan melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  Bintan Siapkan Beasiswa Rp200 Juta per Tahun untuk Dokter Spesialis

Berbagai masukan yang disampaikan pemerintah desa menjadi bahan penting bagi mahasiswa KKM Kelompok 34 dalam menyusun program kerja yang relevan dan berkelanjutan. Mahasiswa juga diberi kesempatan berdiskusi secara langsung mengenai kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi fokus kegiatan selama masa pengabdian.

Ridho menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemuda, hingga warga Desa Kendayakan.

“Kami berharap kehadiran KKM Kelompok 34 Universitas Bina Bangsa tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh unsur masyarakat, kami optimistis program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sebelum melaksanakan audiensi, mahasiswa KKM Kelompok 34 juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat, seperti ketua RT, tokoh agama, pengurus DKM, dan pemuda setempat guna memetakan kondisi serta kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.

Melalui sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan Pemerintah Desa Kendayakan, pelaksanaan KKM diharapkan dapat berjalan optimal serta menghasilkan program-program yang memberikan dampak positif bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. [man]