PEMALANG, DURASI.co.id – Dewan Penasehat Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL) Jenderal TNI (Purn) Hariyanto menyebut Pemalang perlu perubahan ekstrim jika ingin maju, dan bekerja sesuai kewenangan, berbuat baik kepada masyarakat serta jangan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Hal itu disampaikan Hariyanto di saat berkunjung ke salah satu tokoh PAN Sodikin, caleg DPRD Kabupaten Pemalang dapil 3, Jumat (5/1/2024).
“Pemalang perlu perubahan ekstrim jika ingin maju dan berkembang, karena kita tahu sama tahu bagaimana bobroknya birokrasi pemalang, dari bupati (MAW eks Bupati Pemalang) sampai pejabat-pejabat eselon 2 sama-sama ketangkap KPK karena korupsi jual jabatan dengan jumlah yang tidak sedikit, moral dan rasa malunya kemana,” ucap Hariyanto.
Pada kesempatan ini purnawirawan Jendral itu menyampaikan harapannya untuk Kabupaten Pemalang kedepan lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera.
“Kita harus kembali kepada peraturan dan khususnya pucuk pimpinan seperti Bupati harus komitmen, amanah, jujur, kerja lebih keras lagi untuk pembenahan terhadap pemerintahan Kabupaten Pemalang agar lebih baik dan mampu menciptakan birokrasi yang sehat tanpa neko-neko. Kerja sesuai kewenangannya, berbuat baik dengan masyarakat dan jangan korupsi,” kata Hariyanto.
Pada kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Pemalang, H Abdul Halim menyempatkan untuk beramah tamah dengan para wartawan yang sedang meliput kegiatan Kampanye PAN diwilayah Kecamatan Petarukan.
H Abdul Halim yang saat ini bermukim di Jakarta sedikit bercerita, bahwasanya IKMAL saat ini memiliki anggota sudah mencapai kurang lebih 5000 anggota yang tersebar di Jabotabek.
Kepada awak media beliau sedikit berkomentar terkait kondisi Pemerintah Kabupaten Pemalang saat ini, sembari menikmati hidangan ringan serta kopi yang telah disuguhkan oleh sang tuan rumah.
“Kabupaten Pemalang saat ini masih ketinggalan dari tetangga Kabupaten, seperti Tegal dan Pekalongan, baik terkait ekonominya, tingkat kemiskinan masih tinggi dibanding tetangga kabupaten kanan kirinya. Kemudian masalah birokrasi yang monoton, dalam gagasan dan ide tidak ada terobosan baru untuk meningkatkan kinerja,” tuturnya.
“Bahkan saya merasa geregetan dengan kondisi Pemalang saat ini tapi saya tidak bisa banyak berbuat,” imbuh Abdul Halim.
Saat disinggung oleh awak media, apakah dirinya akan maju dalam Pilkada 2024 (Calon Bupati Pemalang), Abdul Halim mengatakan, dirinya siap maju jika dikehendaki masyarakat.
“Ya saya mengalir saja seandainya memang masyarakat menghendaki, menginginkan saya untuk maju sebagai calon Bupati Pemalang ya saya siap, tinggal kendaraan politiknya partai mana mau bekerja sama dengan saya untuk memajukan Kabupaten Pemalang lebih baik,” ungkapnya. (AS)







