BINTAN, DURASI.co.id – Menjelang Idulfitri, permintaan nanas di Kabupaten Bintan mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan permintaan ini turut mendorong harga nanas di pasaran, yang kini mencapai Rp20.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berkisar Rp12.000–Rp15.000 per kilogram.
Salah satu pedagang di Kijang Bintan, Rahmat, mengatakan bahwa kenaikan harga terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan nanas sebagai bahan utama dalam berbagai hidangan khas Lebaran.
“Setiap tahun menjelang Idulfitri, nanas selalu dicari, terutama untuk membuat kue dan masakan seperti asam pedas. Tahun ini permintaannya lebih tinggi, jadi harga ikut naik,” ujar Rahmat, Selasa (11/3/2025).
Sementara itu, para pembeli mengaku terkejut dengan kenaikan harga nanas. Fitri (35), mengatakan bahwa harga nanas tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun lalu.
“Saya biasanya beli nanas untuk buat selai dan campuran masakan Lebaran. Tahun lalu masih sekitar Rp12.000 per kilogram, sekarang sudah Rp20.000. Tapi mau bagaimana lagi, tetap harus beli karena sudah jadi tradisi,” kata Fitri.
Senada dengan Fitri, Nurhalimah, seorang ibu rumah tangga, juga mengeluhkan harga nanas yang terus naik. “Biasanya saya beli agak banyak untuk persiapan Lebaran, tapi tahun ini terpaksa mengurangi karena harganya mahal. Kalau beli terlalu mepet ke Lebaran, takut makin naik,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, nanas kembali menjadi komoditas yang diminati di Bintan, mengingat perannya yang penting dalam tradisi kuliner Idulfitri di daerah tersebut.
Penulis: Rudi
Editor: Indra







