Pernyataan Kontroversial Camat Petarukan “Jangan Takut Wartawan” Tuai Kritik AWPB

Camat Petarukan Muhibin saat memimpin rakor, Selasa (6/1/26). Foto: Prapto/Durasi.co.id

PEMALANG, DURASI.co.id – Rapat Koordinasi (Rakor) perdana Kecamatan Petarukan yang digelar Selasa (6/1/2026) justru memantik polemik. Selain minimnya kehadiran kepala desa, pernyataan camat saat rapat berlangsung turut menjadi sorotan tajam kalangan pers.

Dalam rakor tersebut, dari sejumlah kepala desa dan lurah yang diundang, hanya sebagian kecil yang hadir. Ironisnya, jajaran lintas instansi kecamatan justru hadir lengkap, mulai dari perwakilan Kapolsek Petarukan, Danramil 03/Petarukan, unsur KWK beserta para guru se-Kecamatan Petarukan, Dinas Kesehatan Petarukan, hingga UPJI.

Rakor dipimpin langsung oleh Camat Petarukan yang baru, Muhibin. Agenda awal rapat adalah perkenalan pimpinan baru sekaligus penyampaian komitmen pembenahan tata kelola pemerintahan desa, peningkatan disiplin, serta penguatan kolaborasi antarpemerintah desa.
Namun, suasana rapat sejak awal diwarnai kekecewaan.

Baca Juga :  Kesedihan Mendalam Keluarga Korban Tragedi Pohon Tumbang di Pemalang

Camat Muhibin secara terbuka menyoroti rendahnya tingkat kehadiran kepala desa dan keterlambatan peserta rapat. Ia menegaskan bahwa rapat tersebut sengaja dijadikan barometer awal kedisiplinan aparatur desa. Camat menyatakan rapat hari itu belum lengkap dan memutuskan akan menggelar rapat lanjutan pada Kamis. Ia menegaskan seluruh kepala desa wajib hadir.

“Kalau ada desa yang tidak hadir rapat tanpa alasan jelas, saya tegaskan tidak akan saya urusi,” kata Muhibin dengan nada keras.

Di tengah rapat, muncul pernyataan camat yang menyebut kalimat “jangan takut wartawan”, disampaikan sambil menunjuk salah satu awak media yang sedang meliput. Ucapan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya dan reaksi di kalangan insan pers.

Baca Juga :  Tak Semua Truk Dilarang di Jalur Pantura, Rizal Bawazier Minta Aptrindo Pelajari Kembali Surat Dirjen

Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB), Alwi Assagaf, yang akrab disapa Mas All, buka suara, Rabu (7/1/2026).

Ia menilai pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang pejabat publik. “Sebagai pejabat, ucapan seperti itu tidak perlu disampaikan. Memangnya kami wartawan ini kuntilanak sampai harus dibilang jangan takut. Itu gaya kepemimpinan yang arogan serta merendahkan insan pers,” ungkap Mas All dengan nada tegas.

Mas All menegaskan bahwa wartawan hadir untuk menjalankan tugas jurnalistik dan fungsi kontrol sosial. Menurutnya, pejabat publik seharusnya memahami peran pers dalam negara demokrasi, bukan justru melontarkan pernyataan bernada merendahkan.

“Kalau memang alergi dengan wartawan, ya tidak usah menjadi pejabat. Jualan balon saja di City Walk Pemalang,” sindirnya.

Baca Juga :  Noor Rosyadi Minta Pemda Pemalang Serius Atasi Persoalan Sampah, UHC dan Banjir

Lebih lanjut, Ketua AWPB mempertanyakan maksud dan tujuan pernyataan camat tersebut, terlebih disampaikan sambil menunjuk ke arah wartawan saat rakor berlangsung.

“Saya berharap ke depan tidak ada lagi sikap atau ucapan yang berpotensi mencederai hubungan profesional antara pejabat publik dan insan pers,” ucapnya. [Prapto]