Respons Keluhan Masyarakat, Subdit Penindakan Ditpam BP Batam Cek Pematangan Lahan di Sei Binti

Sejumlah truk besar melintas membawa tanah di kawasan pematangan lahan Sei Binti, Sagulung, Batam, menimbulkan debu di tengah padatnya kendaraan warga. (Foto: Durasi.co.id)

BATAM, DURASI.co.id – Subdit Penindakan Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam melakukan pengecekan lapangan di lokasi pematangan lahan di Sei Binti, Kecamatan Sagulung. Tindakan ini diambil setelah muncul keluhan masyarakat terkait dampak lingkungan, mulai dari debu hingga meningkatnya lalu lintas kendaraan berat di sekitar lokasi.

“Tim kami sudah melakukan pengecekan lapangan hari Jumat (26/9/2025) lalu. Pekerjaan fill dump truck kami minta hentikan terkait dampak debu terhadap lingkungan. Mereka (harus) rutin melakukan penyiraman di jalan dekat lokasi secara berkala,” kata Kasubdit Ditpam BP Batam, Dedi Suherli, kepada DURASI.co.id, Senin (29/9/2025).

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan konfirmasi dengan Direktorat Pembangunan Infrastruktur BP Batam. “Yang mengkonfirmasi bahwa perusahaan telah menerima rekomendasi untuk pekerjaan tanah atau penimbunan di lokasi yang bersangkutan,” lanjut Dedi.

Baca Juga :  JPO SP Plaza Kurang Terawat, Pengawasan BPKAD Batam terhadap Kontrak Sewa Aset Dinilai Lemah

Sebelumnya diberitakan, aktivitas pematangan lahan di kawasan Sei Binti dikeluhkan masyarakat. Kegiatan tersebut menimbulkan debu dan meningkatkan intensitas lalu lalang kendaraan berat di sekitar lokasi.

“Debunya sangat mengganggu. Selain itu, truk-truk besar juga lalu lalang hampir setiap jam, membuat jalanan makin padat dan rawan kecelakaan,” ujar Endi, salah seorang warga.

Sejumlah truk besar melintas membawa tanah di kawasan pematangan lahan Sei Binti, Sagulung, Batam, menimbulkan debu di tengah padatnya kendaraan warga. (Foto: Durasi.co.id)

Ia menambahkan, kondisi tersebut berlangsung tanpa ada penanganan. “Kami khawatir kesehatan terganggu karena debu ini,” katanya.

Kekhawatiran juga datang dari orang tua murid di salah satu sekolah yang berlokasi tidak jauh dari area pematangan lahan.

“Sekolah anak kami tidak jauh dari jalur keluar masuk truk. Debunya luar biasa, dan lalu lintas kendaraan berat membuat kami was-was setiap kali anak berangkat dan pulang sekolah,” ungkap DI, salah seorang orang tua murid.

Baca Juga :  Masuk Nominator IGA 2024, Jefridin Presentasikan Dua Inovasi Kota Batam

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, yang dimintai konfirmasi terkait Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) pematangan lahan tersebut, belum memberikan respons meski telah dihubungi melalui pesan dan panggilan WhatsApp sejak Rabu (24/9/2025).

Hal serupa juga terjadi saat DURASI.co.id mencoba menghubungi Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba. Hingga berita ini diterbitkan, ia belum merespons. [red]