Rizal Bawazier Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Kecelakaan Pekalongan dan Bencana di Sumatera

Anggota DPR RI, Rizal Bawazier. (Foto: Dok Narasumber)

PEKALONGAN, DURASI.co.id – Suatu berita menyedihkan mencuat di tengah kegiatan sehari-hari warga Kota Pekalongan dan sekitarnya. VF, seorang siswa SMA yang masih muda dan penuh harapan, telah berpulang ke rahmatullah akibat kecelakaan lalu lintas yang tragis. Kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025, di depan SPBU Baros, yang berlokasi di Jalan Setia Budi, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, ketika kendaraan yang dikendarai ananda VF bertabrakan dengan truk besar yang sedang melintas di jalur tersebut.

Kabar meninggalnya VF segera menyebar dan menyentuh hati banyak pihak, terutama teman-temannya di sekolah, guru, serta seluruh warga sekitar lokasi kecelakaan.

Dalam kesedihan yang mendalam, Rizal Bawazier, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, menyampaikan turut berdukacita atas kepergian ananda VF.

“Kami sangat menyesal mendengar berita meninggalnya ananda VF yang masih sangat muda. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan tempat terbaik di Surga-Nya kepada beliau, serta memberikan ketabahan yang penuh kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan,” ucap Rizal, sambil menutup dengan doa Amin ya robbal ‘alamin.

Baca Juga :  Diduga Proyek Siluman, Pengaspalan di Desa Sarwodadi Bantarbolang Tanpa Papan Proyek

Selain mengungkapkan dukacita, Rizal juga menyoroti persoalan keamanan lalu lintas yang telah lama menjadi perhatian warga wilayah Pekalongan Raya, termasuk Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang.

Menurutnya, upaya sosialisasi tentang aturan lalu lintas yang telah dilakukan sejak Mei 2025 oleh pihak Polres dan Satlantas di keempat kabupaten/kota tersebut seharusnya sudah memberikan dampak positif. Bahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan juga telah memasang marka lalu lintas yang jelas di berbagai titik strategis untuk mencegah kecelakaan. Tak hanya itu, kebijakan diskon 20 persen untuk pengguna jalan tol yang diterapkan secara otomatis juga ditujukan untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan raya darat. Namun, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, kecelakaan seperti yang menimpa VF masih terus terjadi.

Baca Juga :  Babinsa Bersama Warga Desa Losari Karya Bakti Bangun Senderan Irigasi

“Kita mau menunggu berapa lama lagi korban yang akan jatuh? Ini adalah kejadian yang tidak seharusnya terjadi, terutama setelah aturan tentang penggunaan truk bersumbu besar tiga atau lebih secara resmi terbit sejak 18 Juli 2025,” tegas Rizal.

Ia menekankan bahwa sudah saatnya pihak berwenang menerapkan sanksi pelanggaran yang tegas dan konsisten kepada pengguna truk bersumbu besar yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Pernyataan Rizal juga mendapat dukungan dari warga Pekalongan Raya, yang menyampaikan bahwa mereka sudah cukup sabar menunggu penerapan aturan yang tegas.

“Kami, warga Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang, telah cukup sabar melihat berbagai kecelakaan yang terus berlangsung. Penerapan sanksi pelanggaran harus segera dilaksanakan agar keamanan lalu lintas di wilayah ini dapat terjaga dan tidak ada lagi korban muda seperti ananda VF,” ungkap salah satu warga.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Apresiasi Hasil Panen Padi Super Genjah M70D di Desa Pegundan

Dalam kesempatan yang sama, Rizal juga mengucapkan belasungkawa kepada saudara-saudara kita yang berada di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang sedang menghadapi bencana alam.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ketabahan kepada seluruh saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana, serta memberikan kemudahan dalam proses penanggulangan dan pemulihan,” katanya.

Dengan harapan bahwa kejadian menyedihkan ini dapat menjadi pemicu perubahan positif bagi keamanan lalu lintas di wilayah Pekalongan Raya, semoga keluarga VF diberikan kekuatan untuk menghadapi masa depan yang tanpa kehadiran beliau.

Penulis: Alwi Assagaf
Editor: Indra