Rp97 Miliar APBN 2026 Dialokasikan untuk Revitalisasi 107 Sekolah Wilayah 3T KepriP

Redaksi Durasi
Ilustrasi. (Ist)

TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Sebanyak 107 satuan pendidikan di Kepulauan Riau (Kepri) akan mendapat dukungan revitalisasi melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp97 miliar. Program tersebut terutama diarahkan untuk sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari kebijakan prioritas Presiden Prabowo untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di daerah 3T.

“Program ini bagian dari prioritas Presiden Prabowo untuk meningkatkan mutu dan akses layanan pendidikan, khususnya di wilayah 3T,” kata Agung kepada wartawan, Sabtu (8/7/2026).

Ia menyebutkan, sasaran program mencakup satuan pendidikan dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga :  Pemancing yang Jatuh di Perairan Wisata Batam Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Menurut Agung, dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi langkah penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kepri. Kondisi geografis sebagai daerah kepulauan selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan fasilitas pendidikan.

Melalui program tersebut, pembangunan dan perbaikan sekolah dapat menjangkau kawasan yang sulit diakses. Kondisi itu diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman material dari daerah lain yang membutuhkan waktu lebih panjang serta biaya lebih besar.

“Program ini merupakan investasi masa depan. Gedung baru akan mendukung siswa untuk memajukan daerahnya,” ujarnya.

Agung berharap revitalisasi sekolah tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan sehat serta memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Baca Juga :  Pegadaian Batam Berbagi Bingkisan untuk Pengelola Bank Sampah

Adapun pekerjaan revitalisasi mencakup pembangunan maupun rehabilitasi sejumlah fasilitas pendidikan. Di antaranya ruang kelas, ruang praktik, laboratorium, toilet, serta fasilitas lain yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas sarana pendidikan merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia Kepri agar mampu menghadapi perkembangan zaman, termasuk tantangan pada era Society 5.0.

“Kita harus siapkan SDM yang mampu bersaing. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” ucapnya.

Pemprov Kepri juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah pusat dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Sekolah di wilayah 3T dan satuan pendidikan dengan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan berat menjadi prioritas dalam program ini,” tuturnya. [dr]