TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Tanjungpinang kini tersisa 1.100 ton. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Lebaran Idulfitri 2025.
Namun, penyaluran beras SPHP hanya akan berlangsung hingga 27 Maret 2025. Setelah itu, distribusi akan dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Masih ada kesempatan bagi masyarakat yang ingin membeli beras SPHP, karena belum bisa dipastikan kapan kebijakan distribusinya kembali diberlakukan,” ujar Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, saat dihubungi, Minggu (23/3/2025).
Menanggapi isu yang beredar, Arief menegaskan bahwa beras SPHP yang dijual Bulog bukanlah beras oplosan, melainkan beras kualitas medium dengan standar mutu yang telah teruji. Beras tersebut bisa berasal dari pengadaan dalam negeri maupun impor.
“Saat ini, beras SPHP yang tersedia di Tanjungpinang berasal dari pengadaan luar negeri, yaitu Vietnam dan Thailand,” kata Arief.
Terkait isu beras oplosan dan beras berkualitas rendah yang beredar di pasaran, Arief memastikan bahwa beras SPHP berbeda dengan beras yang dijual oleh distributor umum.
“Beras SPHP ini memiliki kualitas yang baik dan tidak ada hubungannya dengan beras dari distributor di pasaran,” tegas Arief.
Penulis: Rudi
Editor: Indra







