BATAM, DURASI.co.id – Seorang pria bernama Chandra Leo Putra (39), asal Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), tewas di tangan Fania Putri (25) setelah terjadi cekcok di tempat kos mereka.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 03.53 WIB, di Lantai 2 kost-kostan Baloi Blok V, Jalan Semangka 2 nomor 02, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Kepada wartawan di Mapolsek Lubuk Baja, Fania, yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke, mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku korban yang sering menghabiskan uang untuk berjudi slot.
“Saya kesal karena uang saya digunakan untuk main judi slot, hingga akhirnya saya tikam korban di bagian dada sebelah kiri dan menembus jantungnya,” ucap Fania.
Fania juga menceritakan bahwa setelah insiden tersebut, ia sempat membawa Chandra ke Rumah Sakit Awal Bros Lubuk Baja. Namun, sayang korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia di rumah sakit.
Lebih lanjut, Fania mengungkapkan, bahwa mereka telah menjalin hubungan selama satu tahun. Selama berpacaran, Chandra, yang tidak memiliki pekerjaan tetap, menggunakan uang Fania yang diperoleh dari pekerjaannya sebagai pemandu karaoke, sebesar Rp 2 juta, untuk berjudi slot.
“Uang saya dipakai untuk main judi, itulah yang membuat saya marah,” ujar Fania menandaskan.
Sebelumnya, tetangga korban, Cinta Laura (20), mengatakan bahwa saat hendak mengambil air di lantai 1, ia mendengar kegaduhan tersebut. Saat keluar dari kamarnya, ia melihat CLP dan FP berebut sebuah kantong plastik biru, sementara FP telah menggenggam sebilah pisau.
Cinta Laura sempat berusaha melerai dan meminta CLP untuk pergi, tetapi FP justru semakin emosi. Ia mendorong Cinta Laura dan langsung mengejar CLP sebelum akhirnya menikam dadanya satu kali.
“Mereka sempat dilerai oleh tetangga kos, namun keadaan justru semakin panas dan pelaku semakin emosi,” kata dia.
Korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya ambruk di lantai 1. Ia segera dilarikan ke RS Santa Elisabeth, tetapi nyawanya tak dapat diselamatkan.
Kanit Reskrim, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan kejadian tragis tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula dari pertengkaran antara korban dan pelaku yang berujung pada aksi kekerasan.
“Benar, telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia. Pelaku (FP) merupakan pacar korban,” ujar Iptu Noval.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban berusaha meninggalkan kamar setelah cekcok dengan pelaku. Namun, secara tiba-tiba FP mengambil pisau dapur dan menusukkan ke dada korban, yang mengakibatkan korban tewas di tempat.
“Korban ingin keluar kamar usai cekcok, tetapi pelaku spontan mengambil pisau dapur dan menikam dada korban hingga tewas,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, FP telah diamankan pihak kepolisian bersama barang bukti berupa sebilah pisau dapur. Pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja untuk proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” kata Iptu Noval.
Penulis: Simon
Editor: Indra








