Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik, Bea Cukai Batam Selenggarakan Webinar

  • Bagikan

BATAM, DURASI.co.id – Dalam rangka meningkatkan kemampuan jurnalistik, pada Rabu (13/10/21) Bea Cukai Batam selenggarakan Webinar dengan tema “Cara Asyik Belajar Jurnalistik”.

Webinar tersebut mengundang narasumber yang berpengalaman di bidang jurnalistik, yaitu Iin Kurniati dan Aditya Wirananda dari Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kementerian Keuangan, dan Praktisi Media, Asep Syaiful M. Romli. Peserta webinar berasal dari seluruh satuan kerja Bea Cukai se-Indonesia.

“Webinar ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan visi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), yaitu untuk menjadi institusi kepabeanan dan cukai terkemuka di dunia,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Ambang Priyonggo dalam sambutannya sebagai Keynote Speaker.

Baca Juga :  Mutasi, Kasat Reskrim Polresta Barelang dan Wakapolres Karimun Diganti

Ambang menjelaskan, bahwa dengan meningkatkan kemampuan jurnalistik maka diharapkan akan berdampak pada berkualitasnya produk-produk jurnalistik, seperti pembuatan berita, sehingga citra bea cukai akan terbentuk baik.

“Ketika citra makin baik maka akan mewujudkan DJBC sebagai institusi kepabeanan dan cukai terkemuka,” jelas Ambang.

Iin Kurniati dalam paparannya menyampaikan bahwa seorang pegawai kehumasan setidaknya harus memiliki lima kemampuan dasar dalam rangka menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.

“Jadi, keterampilan jurnalistik yang harus dikuasai oleh pegawai kehumasan setidaknya ada lima, yaitu analisis situasi, interview, mengelola media sosial, fotografi dan videografi, dan kemampuan menulis,” jelas Iin.

Lima kemampuan tersebut bukan tanpa alasan, menurut Iin lima hal tersebut adalah kombinasi sempurna untuk menghadapi perkembangan teknologi saat ini, guna menggapai audiens yang mayoritas berada di dunia daring.

Baca Juga :  Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Batam Kembali Gagalkan Penyelundupan Sabu

Selanjutnya, Aditya menyampaikan bahwa untuk melatih kemampuan jurnalistik, seperti kemampuan menulis, adalah dengan cara perbanyak melatih menulis secara berkelanjutan.

“Yang penting adalah tulis aja dulu, kalau tidak dimulai maka tidak akan terbentuk feel dalam menulis,” ujar Adit.

Adit juga menegaskan bahwa sebuah tulisan untuk pembuatan berita harus aktual dan faktual, karena dua hal tersebut yang akan menjaga berita tetap relevan untuk dinikmati para pembaca.

Materi terakhir disampaikan oleh Asep Syamsul M. Romli atau akrab disapa Kang Romel, ia memaparkan materi tentang teknik jurnalistik online.

“Untuk jurnalistik online, audiens-nya ada 2 yaitu manusia dan mesin, ketika kita menulis suatu berita di media online maka harus dipertimbangkan user friendly dan search engine optimization (SEO) friendly,” ujar Romel.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Dukung Ekspor Rumput Laut ke Tiongkok

Romel menjelaskan agar suatu berita dapat maksimal tersebar dan menjadi trending adalah dengan memperhatikan penggunaan kata kunci.

“Kata kunci pada media sosial dan website yang relevan dengan keadaan saat ini akan meningkatkan engagement di antara para pembaca,” pungkas Romel. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang