ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Manajemen RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, akan meluncurkan aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk menilai pelayanan dokter.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat dan pasien dapat menilai secara langsung sikap serta pelayanan dokter di rumah sakit tersebut,” kata Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra, di ruang kerjanya, Selasa (22/7/2025).
Ia menyampaikan bahwa aplikasi tersebut telah lama direncanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap dokter.
“Secara umum, ini untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit, bukan untuk mencari-cari kesalahan dokter,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa melalui aplikasi IKM, pihak rumah sakit dapat mengetahui kondisi di lapangan, terutama interaksi sosial antara dokter dan pasien.
“Ini bukan zamannya lagi dokter dan perawat marah-marah kepada pasien,” tegas Andika.
Setiap dokter yang memiliki peringkat baik dan disiplin dalam menjalankan tugasnya tentu akan diberikan reward (penghargaan) sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat dalam bekerja. Sebaliknya, dokter yang mendapat penilaian buruk akan merugikan dirinya sendiri. Ia menambahkan, dokter yang berulang kali tidak disiplin akan dikenakan sanksi tegas.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat yang datang ke rumah sakit merupakan orang-orang yang sedang membutuhkan perhatian khusus.
Untuk itu, ia mengingatkan seluruh petugas kesehatan di RSUD Muda Sedia agar menyiapkan mental dan keterampilan sesuai kompetensi, sehingga harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan terbaik dapat terwujud.
“Sudah pasti orang yang datang ke rumah sakit itu sedang tidak baik-baik saja. Seharusnya para tenaga medis menyadari hal ini agar hatinya tergugah untuk memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya.
Meskipun demikian, Andika selaku Direktur RSUD Muda Sedia tetap optimistis dengan hadirnya aplikasi IKM ini.
Menurutnya, aplikasi tersebut akan segera difungsikan dan diyakini dapat memangkas jarak antara pasien dan dokter.
“Kita semua ingin rumah sakit kita berubah menjadi lebih baik. Maka dari itu, saya berharap aplikasi ini didukung agar semuanya dapat terawasi dengan baik,” ucapnya.
Sebelumnya, Andika menyampaikan apresiasi atas inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail. Wakil Bupati yang datang dengan menyamar sebagai pasien dinilai cukup efektif dalam memperoleh gambaran utuh mengenai kualitas pelayanan pegawai rumah sakit.
“Saya sangat mendukung, karena untuk membentuk rumah sakit yang profesional harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya mengandalkan direktur saja,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa dukungan tersebut sangat penting, mengingat di internal RSUD Muda Sedia terdapat banyak titipan kepentingan.
“Titipan ini mengganggu proses evaluasi internal yang dilakukan manajemen RSUD Muda Sedia,” ungkap Andika. [Andre]









