UMRI Didorong Cari Sumber Pendapatan Alternatif Agar Tak Bergantung pada SPP

Kegiatan Tarhib Ramadan di kampus UMRI, Senin (24/2/25). Foto: PP Muhammadiyah

PEKANBARU, DURASI.co.id – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) didorong untuk mencari sumber pendapatan alternatif agar tidak sepenuhnya bergantung pada SPP mahasiswa sebagai biaya operasional kampus.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abas, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Tarhib Ramadan 1446 H, pada Senin, 24 Februari 2025.

“Harus dipikirkan bagaimana UMRI ke depannya memiliki suatu usaha yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan selain uang SPP mahasiswa,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang dibarengi dengan pembukaan Baitul Arqam Pegawai UMRI, Musabaqah Hifzhil Qur’an Mahasiswa Tingkat Internasional, serta Perlombaan Semarak Ramadan 1446 H di lingkungan UMRI tersebut, Anwar Abas menyebutkan bahwa sebuah kampus yang hanya mengandalkan uang SPP atau uang masuk awal dari mahasiswa baru akan sulit untuk berkembang dan maju.

Baca Juga :  Pemkab Bengkalis Gelar Exit Meeting Pemeriksaan Interim LKPD 2024 Bersama BPK

“Apa yang dilakukan rektor saat ini dengan mengandalkan dana wakaf dalam pembangunan, tanpa melibatkan dana dari pihak ketiga atau berutang di bank, kami kira itu merupakan hal yang sangat positif dan patut ditiru oleh kampus-kampus Muhammadiyah lainnya,” tegas Anwar Abas.

Ia juga mengingatkan bahwa untuk mewujudkan UMRI yang maju dan unggul di Sumatera bahkan di Indonesia, tidak hanya bertumpu pada rektor, wakil rektor, atau para dosen. Semua pihak harus memiliki niat dan tekad untuk bersama-sama memajukan UMRI.

“Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Jadi, untuk berubah itu harus dimulai dari semua pihak,” ucapnya.

Baca Juga :  UMRI Sabet Predikat Unggul dalam Penilaian SIMKATMAWA 2025

Lebih lanjut, Anwar Abas juga mengingatkan tentang besarnya pahala atau balasan bagi orang-orang yang mau melapangkan hidup atau urusan orang lain. Niscaya Allah akan melapangkan pula kehidupannya.

“Jati diri kampus yang bermanfaat bagi masyarakat luas tercermin dalam kegiatan rutin selama Ramadan yang dilaksanakan UMRI dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah pemberian santunan kepada kaum duafa, yatim piatu, dan warga kurang mampu. Ini adalah salah satu bentuk kegiatan berbagi yang hendaknya bisa terus dipertahankan dan tentunya diharapkan bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMRI, Saidul Amin, menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan akan dilaksanakan oleh UMRI pada bulan Ramadan 1446 H tahun ini.

Baca Juga :  Cinta Ditolak, Pria di Pekanbaru Aniaya Pujaan Hati dengan Gunting Rumput

“Kami mengadakan Baitul Arqam yang melibatkan karyawan dan dosen, lomba antar dosen, lomba antar mahasiswa, serta bakti sosial dengan memberikan santunan kepada yatim piatu, duafa, dan masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

“Ada juga Musabaqah Hifzhil Qur’an Mahasiswa Tingkat Internasional, di mana beberapa mahasiswa dari kampus Islam di negara-negara seperti Thailand, Filipina, Kamboja, dan Malaysia sudah menyampaikan kesediaannya untuk ikut berpartisipasi,” imbuhnya.

Rektor juga berharap agar dosen dan karyawan dapat terus meningkatkan ketakwaan dan amal ibadah selama bulan suci Ramadan tahun ini.

“Hendaknya ini bisa dijadikan sebagai momen untuk memperbaiki diri. Semoga kita semua diberi kemudahan dan nikmat kesehatan sehingga bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadan 1446 H tahun ini,” tandasnya.

Penulis: Sukri
Editor: Indra