Kabid Sapras Disdik Bogor Terkesan Menghindar saat Dikonfirmasi soal Gedung SDN Gunung Sahari 03

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. (Foto: Zefferi/Durasi.co.id)

BOGOR, DURASI.co.id – Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Desirwan terkesan menghindar saat dikonfirmasi wartawan terkait pemeliharaan gedung SDN Gunung Sahari 03, Kecamatan Citeureup.

Beberapa kali ditemui di kantornya untuk keperluan konfirmasi, Kabid Sapras Disdik Kabupaten Bogor Desirwan selalu tidak berhasil dijumpai, dengan alasan sedang tidak berada di kantor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda ketika dikonfirmasi Durasi.co.id mengatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan gedung SDN Gunung Sahari 03.

“Renovasi mestinya ke pak Yanto sebagai Kasi Rehab SD,” ucapnya melalui sambungan telepon, Jumat (9/6/2023).

Sedangkan, Kasi Rehab SD Disdik Kabupaten Bogor, Yanto beberapa kali hendak dikonfirmasi selalu menghindar.

Hal serupa juga terjadi saat Durasi.co.id mengkonfirmasi Kepala SDN Gunung Sahari 03, dia selalu tidak berada di sekolah.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Kecamatan Cikupa Gelar Konsolidasi dan Silaturahmi Bersama Jajaran Ranting

Dikutip dari Pakaronline, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor telah mengeluarkan anggaran Rp 163.681.377.218 untuk 469 total kegiatan rehabilitasi dan pembangunan baik dijenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di tahun 2022.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Kabid Sarpas) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Desirwan bahwa tahun ini terdapat 469 total kegiatan untuk SD dan SMP baik Negeri maupun Swasta.

“Jadi tahun 2022 ini ada 469 kegiatan ditahun 2022 dengan anggaran sebanyak Rp 163.681.377.218 untuk rehab maupun pembangunan seperti pengadaan pagar, pembangunan wc dan lain-lainnya baik di SD maupun SMP,” katanya kepada PAKAR.

Dirinya juga menjelaskan sebanyak 469 kegiatan tersebut dibagi menjadi 5 bagian yang bertujuan untuk memaksimalkan saat pelaksanaan sarana dan prasarana pendidikan.

“Terbagi menjadi 5 kegiatan yang terdiri dari fisik lelang ada 143 kegiatan, fisik (pl) ada 51 kegiatan, pengadaan (e-catalog) ada 18 kegiatan, swakelola ada 49 kegiatan, lalu hibah ada 205 kegiatan dan biaya penunjang dak ada 3 kegiatan. Dan semua totalnya itu ada 469 kegiatan ditahun 2022 sekarang,” jelasnya.

Desirwan memaparkan bahwa untuk pembangunan dan rehabilitasi dijenjang SMP terdapat 168 kegiatan dengan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 45.482.001.218 di tahun 2022.

“Di tahun 2022 ada 168 kegiatan rehabilitasi SMP dengan anggaran Rp 45 miliar lebih dan untuk SD kurang lebih menghabiskan anggaran sebanyak Rp 118 miliar lebih,” paparnya.

Baca Juga :  Kapolda Jawa Barat Tinjau Kesiapan Pospam Cijeruk Polres Bogor
Kondisi bangunan SDn Gunung Sahari 03, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. (Foto: Zefferi/Durasi.co.id)

Pemberitaan sebelumnya, pantauan Durasi.co.id pada Senin (5/6/2023) gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Gunung Sahari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor kondisinya sangat memperihatinkan. Terlihat tembok sekolah terkelupas, cat pudar dan toilet tidak layak.

Merespon hal tersebut, Ketua Barisan Aktivis Anti Korupsi (Baralak) Papang mengatakan, bahwa setiap sekolah sudah dikucurkan dana BOS, sebanyak 5 persen digunakan untuk perbaikan ringan, termasuk plafon, lantai, kaca dan lainnya.

“Masa tembok sekolah pada bompel. Saya menyarankan agar alokasi dana BOS harus sesuai peruntukan,” ujarnya.

Papang menjelaskan, kedepan pihaknya akan mengawasi penggunaan dana BOS. “Kami akan road show ke sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor,” sebutnya.

Terpisah, salah seorang wali murid SDN 03 Gunung Sahari yang enggan namanya dipublikasikan meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk peka dengan pemeliharaan gedung sekolah.

Baca Juga :  LSM KPKB Bakal Laporkan Proyek Mangkrak di Kabupaten Bogor ke APH

“Cat sekolah kusam, dan kadang bila turun hujan halaman sekolah becek seperti kubangan,” bebernya.

Reporter: Zefferi