TANGERANG, DURASI.co.id – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dunia pers kembali berduka atas kepergian salah satu tokoh perjuangan sosial dan jurnalis kawakan, Herman RL, yang menghembuskan napas terakhir di RS Tiara Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Rabu malam, 11 Juni 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.
Almarhum yang menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Media Merdeka tersebut dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Jenazah disemayamkan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan menggunakan ambulans menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Herman RL dikenal sebagai sosok jurnalis pejuang yang tanpa lelah memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas. Ia berasal dari Lampung Utara dan telah banyak berkiprah secara nasional, khususnya dalam membela kepentingan masyarakat dalam berbagai kasus, seperti konflik lahan hingga pengawasan terhadap penyimpangan birokrasi. Pendekatannya pun beragam, mulai dari cara senyap hingga terbuka, namun selalu berujung pada penyelesaian yang memuaskan.
Barza Rijal, yang akrab disapa Bang Rijal atau Preman Tumbay (PT), seorang tokoh perantau asal Tanggamus, Lampung, mengenang almarhum sebagai pria petarung yang memiliki jiwa patriotik tinggi serta kepedulian sosial yang kuat. Bang Herman adalah sosok yang terbuka kepada siapa saja. Tidak pandang bulu, semua orang bisa dekat dengannya.
Kedekatan almarhum tidak hanya dengan masyarakat umum, tetapi juga dengan berbagai kalangan, termasuk pejabat, ormas, LSM, dan insan pers, khususnya di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai wilayah seribu industri. Ia kerap menginisiasi diskusi-diskusi seputar kemajuan daerah, baik tingkat kabupaten maupun nasional.
Subhan HS, salah satu wartawan senior yang telah banyak melanglang buana di dunia jurnalistik, juga memberikan kesan mendalam. Ia menyebut Herman RL sebagai pribadi profesional yang mumpuni dalam menangani berbagai persoalan sosial.
“Satu hal yang tak pernah saya lupakan adalah senyuman khasnya. Sosoknya hangat dan bersahabat, dan senyum itu akan terus teringat. Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucap Subhan.
“Selamat jalan, pejuang kata dan nurani. Namamu akan tetap hidup dalam karya dan perjuangan,” imbuh Subhan. [red]








