BATAM, DURASI.co.id – Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) masih menjadi pemandangan umum di Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam. Meski berbagai insiden telah terjadi akibat muatan berlebih, keberadaan kendaraan ODOL tersebut tampak belum memberi efek jera bagi pengemudi, pemilik angkutan maupun petugas di lapangan.
Insiden terbaru terjadi pada Rabu (20/8/2025), ketika sebuah mobil pickup ODOL bermuatan sembako dan minuman alkohol (mikol) ilegal dari Batam terguling di Pelabuhan Roro Jagoh, Lingga. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Jumat (25/4/2025) mobil pickup ODOL bermuatan sembako dari Batam terbalik saat hendak keluar dari KMP Barau yang baru sandar di pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. Sejumlah kasus lain pun tercatat melibatkan kendaraan ODOL dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur.
Situasi tersebut sempat mendapat perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, yang menyampaikan surat resmi kepada ASDP Batam.
“Kami menyurati pihak ASDP terkait aktivitas truk ODOL yang sering masuk. Semoga hal ini bisa menjadi perhatian bersama dengan pihak Syahbandar,” kata Kadishub Lingga, Hendry Efrizal kepada wartawan, baru-baru ini.
Pantauan DURASI.co.id, Kamis (4/9/2025), sejumlah truk dan mobil pickup ODOL masih terlihat antre di area Pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan transportasi laut dan darat, termasuk potensi kerusakan infrastruktur pelabuhan dan jalan raya.
Yang menjadi perhatian, sebagian besar kendaraan ODOL yang beroperasi di Pelabuhan Roro Telaga Punggur bukan berasal dari Kepri. Hal itu terlihat dari nomor polisi kendaraan yang didominasi plat luar daerah.
General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis, mengatakan bahwa pada Kamis (21/8/2025), pihaknya telah menerima surat dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga terkait insiden yang terjadi di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat.
“Atas kejadian tersebut, kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kepri, Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas untuk bersama-sama melakukan pengecekkan kendaraan ODOL yang akan menyeberang dari Batam ke lintasan-lintasan yang dilayani ASDP Batam, sehingga dapat memitigasi adanya kendaraan ODOL sebelum masuk ke pelabuhan,” ujar Hermin kepada DURASI.co.id, beberapa hari menjelang purna tugasnya sebagai GM ASDP Batam.
Saat ditanya mengenai frekuensi kendaraan yang melintas dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur menuju Pelabuhan Jagoh, Hermin menjelaskan bahwa setiap keberangkatan dari Batam menuju Lingga didominasi oleh kendaraan golongan IVB (pick up) sebanyak 17 unit per kapal dan golongan VB (truk/lori) dengan rata-rata sebanyak 2 kendaraan per kapal.
“Di pekan ini kami juga akan melakukan pemanggilan kepada pengguna jasa pemilik kendaraan ataupun koperasi yang menaungi pengelolaan kendaraan dalam penertiban ODOL sehingga adanya edukasi serta sebagai teguran dari kejadian yang terjadi,” katanya.
Namun, saat Hermin Welkis purna tugas sebagai GM ASDP Batam, belum ada informasi apakah pemanggilan terhadap pengguna jasa, pemilik kendaraan, maupun koperasi yang menaungi pengelolaan kendaraan telah dilakukan. [red]








