Disdukcapil Buteng Cetak 20.728 KIA, Wujud Komitmen Perlindungan Identitas Anak Sejak Dini

Kepala Disdukcapil Buteng. (Foto: Suadi-Durasi.co.id)

BUTENG, DURASI.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) berhasil mencetak dan mendistribusikan 20.728 Kartu Identitas Anak (KIA) sepanjang tahun 2025. Capaian signifikan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buteng dalam memenuhi hak dasar anak serta memberikan perlindungan hukum dan pengakuan identitas kependudukan sejak usia dini.

Kepala Disdukcapil Buteng, Tamrin Mau, mengatakan bahwa angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan. Pencapaian ini, menurutnya, tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Disdukcapil dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, kami telah mendistribusikan 20.728 KIA kepada anak-anak di seluruh wilayah Buteng. Jumlah ini melebihi ekspektasi kami dan menjadi bukti keseriusan kami dalam mendorong inklusi administrasi kependudukan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak,” ujar Tamrin, Selasa (18/11/2025).

Kartu Identitas Anak (KIA) memiliki fungsi setara dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga negara Indonesia dan merupakan dokumen kependudukan yang sangat penting. Keberadaan KIA memudahkan anak dalam mengakses berbagai layanan publik, seperti pendaftaran sekolah, layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes), pembukaan rekening bank, dan pengurusan dokumen perjalanan.

Baca Juga :  Lantik BWI Kepri, Gubernur Ansar Tekankan Peran Wakaf dalam Pembangunan Sosial dan Ekonomi

“Dengan memiliki KIA, seorang anak telah memiliki identitas resmi yang diakui negara. Ini adalah langkah awal untuk melindungi mereka secara administratif dan hukum. KIA juga mempermudah pendataan dan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan anak,” tambah Tamrin Mau.

Untuk mencapai angka tersebut, Disdukcapil Buteng melakukan berbagai terobosan dan inovasi layanan. Tidak hanya mengandalkan pelayanan di kantor, pihaknya secara aktif melakukan door to door dan mobilisasi layanan ke pelosok desa, posyandu, serta sekolah-sekolah.

“Kami menyadari bahwa tidak semua orang tua memiliki waktu dan kemudahan akses untuk datang ke kantor kami. Oleh karena itu, kami yang mendatangi mereka. Kami menggelar layanan keliling, bekerja sama dengan kepala desa, kader PKK, dan pihak sekolah untuk mempermudah pendaftaran dan penyerahan KIA,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Minta Hulubalang LAM Jadi Perekat Kehidupan Sosial Masyarakat

Ia menambahkan, ke depan Disdukcapil Buteng berkomitmen untuk terus meningkatkan angka kepemilikan KIA, menargetkan 100% anak di bawah usia 17 tahun di Buton Tengah telah memegang KIA. Langkah yang akan dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan integrasi data antara Disdukcapil dengan Dinas Kesehatan (terkait data kelahiran) dan Dinas Pendidikan (data anak sekolah).

“Kami akan terus menyinkronkan data. Setiap ada laporan kelahiran dari rumah sakit atau puskesmas, kami akan langsung menindaklanjuti penerbitan KIA. Begitu pula dengan data dari sekolah, kami akan memastikan setiap siswa yang belum memiliki KIA segera mendapatkannya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Buteng yang lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Mendagri dan Gubernur Ansar Bahas Inflasi dan Kesiapsiagaan Idulfitri di Kepri

Salah satu orang tua, Wa Hafida (38), warga Desa Langkomu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program KIA ini. Ia baru saja menerima KIA untuk anak bungsunya yang berusia lima tahun.

“Dulu untuk urusan administrasi kesehatan atau sekolah agak repot karena harus membawa buku lahir yang takut hilang atau rusak. Sekarang dengan KIA, lebih praktis dan resmi. Terima kasih kepada Disdukcapil Buteng yang sudah memudahkan kami,” ucapnya sambil tersenyum.

Dengan langkah proaktif ini, Pemerintah Buton Tengah melalui Disdukcapil menunjukkan komitmennya dalam memajukan perlindungan anak dan menciptakan tata kelola administrasi kependudukan yang inklusif serta berkelanjutan. (Adv)

Penulis: Suadi
Editor: Indra