Pasca Banjir Bandang, Yayasan PHI Kualasimpang Atasi Krisis Air Bersih di Aceh Tamiang

Ketua Yayasan PHI Kualasimpang Sjambahari bersama warga saat conditioning air bersih layak minum, Selasa (16/12/25). Foto: Andre-Durasi.co.id

ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Besarnya sumbangsih Yayasan PHI (Hainan) Kualasimpang yang merangkul Yayasan Komunitas Cinta Kasih Cahaya Abadi Medan telah membantu Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang terpuruk dan diluluhlantakkan oleh bencana banjir hidrometeorologi. Bencana tersebut menyisakan lumpur setinggi paha yang hampir menutupi seluruh permukaan daratan di wilayah itu.

Dampak bencana tersebut menyebabkan hampir seluruh wilayah di 12 kecamatan tidak lagi memiliki sarana air bersih, baik air bawah tanah maupun air permukaan, sehingga masyarakat setempat kesulitan memperoleh air bersih.

Untuk mengurangi beban akibat kelangkaan air bersih, Yayasan PHI (Hainan) Kualasimpang yang bekerja sama dengan Yayasan Komunitas Cinta Kasih Cahaya Abadi Medan berhasil menggandeng sebuah organisasi nonpemerintah atau non-governmental organization (NGO) Rotary Club dalam proyek kemanusiaan Planet Water atau water power.

Baca Juga :  Petugas Manggala Agni dan TNI Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Kampar

“Proyek sumbangan pengadaan air bersih layak konsumsi bagi korban banjir Aceh Tamiang ini merupakan produk asal Amerika Serikat yang dirakit serta dipasang langsung oleh teknisi yang didatangkan dari Filipina,” ujar Ketua Yayasan PHI (Hainan) Kualasimpang Sjambahari atau Ango, didampingi Ketua Yayasan Komunitas Cinta Kasih Cahaya Abadi Medan Aswin, di lokasi pemasangan water power di halaman Yayasan PHI (Hainan) Kualasimpang, Selasa (16/12/2025).

Ango menyebutkan, perangkat penyaring air yang dilengkapi teknologi canggih dan mampu memproduksi air bersih yang dapat langsung diminum tersebut telah dipasang di empat titik, yakni Desa Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kota Kualasimpang, Desa Perdamaian, Kecamatan Kota Kualasimpang, Desa Seneubok Cantek, Kecamatan Manyak Payed, serta di halaman Yayasan PHI (Hainan), Kota Kualasimpang.

Baca Juga :  Jawab Tuntutan Pengunjuk Rasa, Pemkab Nyatakan Sudah Surati Gubernur Agar Imigran Rohingya Tak Ditempatkan di Aceh Utara

Sjambahari, yang lebih dikenal masyarakat Aceh Tamiang dengan nama Ango, merupakan tokoh agama Buddha dan sosok yang bersinergi sejak hari pertama bencana banjir dalam mendatangkan bantuan dari berbagai pihak luar daerah, termasuk Rotary Club.

“Perangkat Aqua Water Tower ini mampu memproduksi air layak minum dengan kapasitas 1.000 liter per jam setiap harinya dan disediakan bagi masyarakat umum secara cuma-cuma. Setelah pemasangan perangkat, kami melakukan uji kelayakan konsumsi menggunakan peralatan modern. Setelah itu, air tersebut baru dipersilakan untuk dikonsumsi warga,” jelas Ango.

Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan produk tersebut merupakan yang pertama di Provinsi Aceh.

Penulis: Andre
Editor: Indra