Bupati Pemalang Sampaikan Gerakan Tanam Seribu Pohon Salah Satu Upaya untuk Mencegah Banjir

Bupati Pemalang, Anom Widiantoro menghadiri kegiatan menanam seribu pohon, Rabu (21/1/26).

PEMALANG, DURASI.co.id – Menyambut hari jadi Kabupaten Pemalang ke-451, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menggelar kegiatan tanam seribu pohon di seluruh wilayah kabupaten, Rabu (21/1/2026).

Aksi tersebut juga merupakan bagian dari gerakan “Ikut Menanam Pohon” Provinsi Jawa Tengah, yang dilakukan setiap hari Rabu Pon. Kegiatan ini tercatat sebagai kegiatan Rabu Pon terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Pemalang, Anom Widiantoro, menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut di wilayah Kecamatan Petarukan. Di lokasi itu, sebanyak 350 pohon ditanam, yang sebagian besar dilakukan oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Petarukan.

Dalam kesempatan itu, Anom Widiantoro menanggapi wilayah Kabupaten Pemalang yang terdampak bencana banjir. Menurutnya, banjir merupakan bencana hidrometeorologi dan tidak hanya terjadi di Pemalang.

Baca Juga :  Warga Sidomulyo Swadaya Urug Jalan, Pemerintah Dinilai Lamban Atasi Banjir Rob

Untuk penanganannya, Pemkab Pemalang telah bergerak cepat membantu masyarakat dengan mendirikan dapur umum.

“Untuk pencegahan, kita perlu memiliki kapasitas yang cukup dalam penyelarasan manajemen air, salah satunya melalui penanaman pohon,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya normalisasi sungai, terutama Sungai Comal. Namun, menurutnya, permasalahan utama terdapat di hilir sungai, karena di sana terjadi abrasi dan memerlukan penanganan serta penyelarasan manajemen air dari hulu.

“Kalau penanganan di hulunya, kita coba dengan penanaman pohon,” ucapnya.

Camat Petarukan, Muhibin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas Bupati Pemalang, yaitu Resik Hijau Apik. Ia menyatakan akan terus mengedepankan program tersebut hingga tingkat desa.

Baca Juga :  Dicky Pawang Cs Bantu Kesulitan Warga Desa Mengori yang Rumahnya Roboh

Terkait penanganan korban banjir di wilayahnya, Muhibin mengakui bahwa dapur umum telah didirikan dan dipusatkan di Desa Kendalrejo. Bantuan dari Pemkab Pemalang juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Untuk penanggulangan, kami sudah berkoordinasi dengan pihak BPU dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi,” tandasnya. [Prapto]