BANDA ACEH, DURASI.co.id – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) kembali melayangkan surat kedua kepada Yayasan Baiturrahman Peduli Umat setelah surat permintaan data dan laporan yang sebelumnya dikirim tidak memperoleh tanggapan resmi.
Langkah tersebut disampaikan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial serta dorongan terhadap transparansi pengelolaan dana umat oleh lembaga pengelola wakaf dan donasi masyarakat.
Humas SAPA, Agusliza, menyatakan bahwa permintaan informasi yang diajukan bersifat konstruktif dan memiliki dasar hukum yang jelas.
“Kami menyayangkan belum adanya respons dari pihak yayasan terhadap surat resmi yang telah kami kirimkan. Padahal, permintaan data ini bertujuan mendorong keterbukaan dan akuntabilitas,” ujar Agusliza, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, sejak 29 Oktober 2025 pihaknya telah meminta sejumlah dokumen dan data, meliputi laporan kegiatan, laporan keuangan, data aset yayasan, struktur kepengurusan, serta dokumen legalitas. Namun, hingga kini belum ada jawaban tertulis dari pihak yayasan.
Karena itu, SAPA mengirimkan surat kedua sebagai bentuk pengingat administratif. “Ini bukan bentuk tekanan, melainkan mekanisme normal untuk mendorong keterbukaan informasi kepada publik,” tegasnya.
SAPA menilai yayasan tersebut mengelola dana umat yang bersumber dari wakaf, infak, sumbangan, dan donasi masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai aset yang dikelola disebut mencapai angka yang signifikan.
“Kami memperoleh informasi bahwa aset yang dikelola diperkirakan bernilai besar. Karena itu, wajar jika publik meminta penjelasan terbuka mengenai posisi aset dan tata kelolanya,” kata Agusliza.
Ia menambahkan, prinsip transparansi dan akuntabilitas penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola dana umat.
“Jika pengelolaan berjalan baik dan sesuai aturan, maka keterbukaan justru akan memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam surat kedua tersebut, SAPA memberikan batas waktu tujuh hari kerja kepada pihak yayasan untuk memberikan tanggapan dan menyampaikan data yang diminta. Apabila tidak ada respons, SAPA menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Baiturrahman Peduli Umat terkait surat kedua yang dilayangkan SAPA. [Dahman Efendi]








