Musyawarah Kerja Tim KBC SMAN 1 Simeulue Barat Bahas Persiapan SNBP/SNBT dan Tryout UTBK

Suasana musyawarah kerja Tim KBC SMA Negeri 1 Simeulue Barat, Sabtu (7/2/26). Foto: Dahman Efendi/Durasi.co.id

SIMEULUE, DURASI.co.id – SMA Negeri 1 Simeulue Barat menggelar musyawarah kerja Tim Kompak Bersahaja Ceria (KBC) sebagai bagian dari penguatan program sekolah dalam menghadapi agenda akademik dan pembinaan karakter siswa, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), pelaksanaan tryout UTBK, temu ramah dengan komite sekolah, serta program penyambutan bulan suci Ramadan.

Musyawarah kerja tersebut diikuti unsur pimpinan sekolah, dewan guru, Tim KBC, serta perwakilan komite sekolah. Dalam forum itu dibahas strategi pendampingan siswa kelas akhir agar lebih siap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT.

Kepala SMA Negeri 1 Simeulue Barat, Syafrial, menjelaskan bahwa rapat kerja menghasilkan sejumlah poin penting yang segera diimplementasikan.

Baca Juga :  SAPA Layangkan Surat Kedua ke Yayasan Baiturrahman Peduli Umat, Minta Transparansi Pengelolaan Dana

“Beberapa poin utama yang menjadi pembahasan meliputi penyusunan jadwal bimbingan intensif, pelaksanaan tryout UTBK secara berkala, evaluasi capaian belajar siswa, serta penguatan motivasi dan kesiapan mental peserta didik,” ujar Syafrial.

Selain agenda akademik, rapat juga menetapkan rencana temu ramah dengan komite sekolah sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Dalam rangka menyambut Ramadan, sekolah turut merancang program pembinaan karakter dan keagamaan, seperti pesantren kilat, tadarus bersama, serta penguatan nilai disiplin dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.

Melalui musyawarah kerja Tim KBC ini, SMA Negeri 1 Simeulue Barat menegaskan komitmennya membangun budaya kerja yang kompak, bersahaja, dan ceria guna mendorong prestasi siswa serta peningkatan kualitas layanan pendidikan, pungkas Syafrial. [Dahman Efendi]