PEMALANG, DURASI.co.id – Usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Taman, Selasa (10/2/2026), di Pendopo Kecamatan Taman, anggota DPRD Kabupaten Pemalang Noor Rosyadi menyampaikan sejumlah persoalan yang perlu disoroti.
Menurutnya, beberapa persoalan yang perlu ditangani di antaranya banjir, Universal Health Coverage (UHC), dan sampah.
Noor Rosyadi mengatakan bahwa sampah masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Pemalang, terutama di wilayah Kecamatan Taman. Ia menilai hingga saat ini pemerintah daerah belum tuntas menangani masalah sampah.
“Sampai saat ini sampah masih menjadi momok di desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menanggapi persoalan UHC. Menurutnya, pada tahun 2024 telah dianggarkan Rp75 miliar untuk UHC. Anggaran tersebut digunakan untuk mengasuransikan kesehatan masyarakat se-Kabupaten Pemalang. Pada tahun 2025, anggaran UHC meningkat menjadi Rp96 miliar.
“Pada tahun 2026 seharusnya anggaran UHC meningkat, tetapi tahun ini anggarannya hanya Rp50 miliar,” katanya.
Turunnya anggaran UHC pada tahun ini menyebabkan hak kesehatan masyarakat menjadi terbatas dan berpotensi menimbulkan gejolak. Ia menyebut kondisi tersebut juga menjadi beban bagi kepala desa. Bahkan, saat Musrenbang banyak kepala desa yang mengeluhkan persoalan tersebut.
“Persoalan UHC justru dibebankan kepada kepala desa, bahkan ada yang mengeluarkan uang pribadi untuk menutupi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Untuk itu, Komisi C telah menganggarkan sekitar Rp100 juta untuk UHC. Noor Rosyadi berharap ada perubahan kebijakan agar anggaran kembali mendekati Rp95 miliar seperti tahun sebelumnya.
Kemudian, terkait banjir yang melanda Kabupaten Pemalang, terutama di kawasan City Walk, Noor Rosyadi meminta pihak eksekutif siap menanganinya.
“Kemarin banyak aspirasi masyarakat terkait banjir, dan pihak eksekutif sudah memberikan jawaban,” ucapnya.
Ia berharap dinas terkait serius menangani persoalan banjir dan menunjukkan perkembangan nyata agar banjir tidak terus terjadi di Kabupaten Pemalang.
“Kita lihat sejauh mana dinas terkait bekerja untuk mengatasi persoalan banjir,” tandasnya. [Prapto]







