TANGERANG, DURASI.co.id – Harapan Agung Heru (32), warga Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk mendapatkan pekerjaan di PT Adis Dimension berujung kekecewaan. Ia mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh seorang calo berinisial HL.
Agung disebut telah menyerahkan uang sebesar Rp8 juta secara bertahap melalui transfer setelah dijanjikan dapat diterima bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan sepatu tersebut. PT Adis Dimension diketahui beralamat di Jalan Raya Serang KM 24, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kasus tersebut bermula dari informasi yang diperoleh HL, warga Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ia mendapatkan informasi dari SN, warga Perumahan Griya Cisoka, Kecamatan Cisoka, mengenai adanya peluang penerimaan karyawan di PT Adis Dimension.
Menurut SN, informasi tersebut berasal dari seseorang berinisial RN yang disebut sebagai karyawan PT Adis Dimension. Kepada sejumlah pihak yang berminat bekerja di perusahaan itu, RN diklaim menyampaikan bahwa proses masuk sebagai karyawan dapat dibantu dengan menyediakan sejumlah uang.
“Untuk memuluskan masuk menjadi karyawan, harus menggunakan uang sejumlah Rp12 juta. Nantinya uang tersebut dibagikan kepada pihak HRD perusahaan,” ujar SN, menirukan pernyataan RN.
SN juga menyebut pihak penghubung meminta dana lebih besar, yakni Rp15 juta, kepada calon pekerja. Informasi tersebut kemudian diterima oleh HL yang selanjutnya berkenalan dengan Agung Heru.
Agung yang berminat bekerja di PT Adis Dimension kemudian menyiapkan lamaran dan menyanggupi permintaan dana sebesar Rp15 juta. Namun, pada tahap awal, ia baru menyerahkan Rp8 juta kepada HL melalui transfer rekening.
HL, yang disebut berusia 31 tahun dan merupakan warga pendatang yang berdomisili di kawasan Cikupa, mengaku berperan sebagai penghubung calon pekerja dengan pihak yang disebut dapat membantu proses penerimaan karyawan.
“HL, warga pendatang asal Sumatera yang berdomisili di kawasan Cikupa, selaku penghubung mengatakan bahwa untuk memuluskan calon tenaga kerja masuk menjadi karyawan di perusahaan menggunakan dana pelicin bekerja di PT Adis Dimension. Anggarannya berkisar Rp15 juta dan diberikan kepada orang dalam PT Adis Dimension,” ujarnya.
HL juga disebut menyampaikan bahwa dirinya berkomunikasi melalui pihak RT di lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan penerimaan karyawan. Uang tersebut, menurut keterangannya, nantinya akan diberikan kepada pihak HRD PT Adis Dimension.
“Nantinya dana pelicin akan diberikan kepada pihak HRD perusahaan Adis Dimension beralamat di Balaraja Kabupaten Tangerang, tidak lagi melalui SN,” terangnya, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam prosesnya, Agung kembali diyakinkan bahwa uang yang telah diserahkan merupakan bagian dari biaya untuk membantu proses penerimaannya sebagai karyawan. Ia kemudian melakukan beberapa kali transfer hingga jumlah yang diberikan mencapai Rp8 juta.
Agung disebut masih diminta memenuhi total dana Rp15 juta. Dengan demikian, apabila nantinya diterima bekerja, ia masih harus menyerahkan kekurangan sebesar Rp7 juta.
PT Adis Dimension yang berada di Kecamatan Balaraja, tepatnya di Jalan Raya Serang KM 24, Kabupaten Tangerang, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan sepatu. Pada Juni 2026, perusahaan tersebut disebut membuka informasi penerimaan karyawan secara umum melalui bagian HRD.
Dalam kasus ini, modus yang diduga dilakukan adalah menawarkan bantuan masuk kerja dengan menjanjikan adanya pembayaran kepada pihak internal perusahaan, khususnya bagian yang menangani penerimaan tenaga kerja.
Sejumlah bukti transfer atas nama HL juga disebut telah dimiliki. Transfer tersebut dilakukan dengan alasan bahwa uang yang diberikan akan diteruskan kepada pihak HRD PT Adis Dimension. [ao]









