Dari Generasi ke Generasi, Usaha Pemotongan Hewan Haji Ebas Terus Bertahan

Redaksi Durasi
Tempat pemotongan hewan milik Haji Ebas di Kampung Secang, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (Foto: Durasi.co.id)

Tempat pemotongan hewan milik Haji Ebas di Kampung Secang, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (Foto: Durasi.co.id)

Tempat pemotongan hewan milik Haji Ebas di Kampung Secang, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (Foto: Durasi.co.id)

TANGERANG, DURASI.co.id – Usaha pemotongan hewan ternak milik Haji Ebas di Kampung Secang, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, terus berjalan dari generasi ke generasi. Kini, aktivitas usaha tersebut turut dipercayakan kepada putra-putranya dengan Haji Irfan Rifa’i sebagai putra sulung yang memimpin operasional sehari-hari.

Aktivitas pemotongan hewan berlangsung rutin setiap malam. Dalam satu malam, jumlah hewan yang dipotong mencapai puluhan ekor.

Untuk menjalankan kegiatan tersebut, usaha keluarga ini didukung 13 pekerja tetap. Mereka terdiri atas enam orang yang bertugas sebagai tenaga pemotongan atau jagal serta tujuh pekerja lainnya yang menangani proses pemotongan daging dan pengangkutan.

Haji Irfan Rifa’i mengatakan, dalam menjalankan usaha tersebut dirinya tidak bekerja sendiri. Ia dibantu adik-adiknya serta para pekerja yang selama ini menjadi bagian dari kegiatan operasional.

Baca Juga :  PSC Open 2026, Atlet Miko Badminton Akademi Borong Medali

“Setiap menjalankan aktivitas keseharian, saya dibantu adik-adik dan para pekerja. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, usaha tersebut telah dijalankan keluarganya selama puluhan tahun. Pengalaman yang panjang membuat pekerjaan pemotongan hewan menjadi bagian dari keseharian keluarga mereka.

Ia menyebut keikhlasan menjadi salah satu prinsip yang ditanamkan orang tuanya sejak dahulu. Menurutnya, pekerjaan harus dijalankan dengan tekun dan penuh tanggung jawab, tanpa mudah mengeluh ketika menghadapi kelelahan.

“Karena sudah terbiasa, kunci pertama bekerja harus memiliki sifat keikhlasan dan jangan pernah merasa lelah dalam beraktivitas. Pekerjaan ini kami teruskan dari orang tua. Kami dilatih untuk disiplin tinggi, menekuni setiap pekerjaan, serta menyayangi pekerjaan agar dapat menguasainya secara profesional,” katanya.

Baca Juga :  SMAN 3 Kabupaten Tangerang Kembangkan Website sebagai Sarana Pembelajaran Digital

Ayah tiga anak itu menilai keterampilan dalam usaha pemotongan hewan juga menjadi bagian dari proses regenerasi keluarga. Ia mengibaratkan kemampuan tersebut seperti pepatah, buah tidak jauh dari batangnya.

“Pekerjaan ini sudah menjadi kebiasaan dan dianggap sebagai hal biasa. Mungkin sudah menjadi talenta, sesuai pepatah buah tidak jauh dari batangnya. Usaha ini merupakan usaha keluarga yang bersifat turun-temurun dan dilaksanakan dengan kekompakan serta disiplin tinggi,” tuturnya.

Irfan mengatakan, pesan orang tuanya kepada anak-anak bukan hanya berkaitan dengan keterampilan bekerja. Mereka juga selalu diarahkan untuk memiliki kesabaran, ketekunan, keuletan, dan kedewasaan dalam menjalankan tanggung jawab.

“Orang tua selalu mengingatkan kepada kami agar bekerja dengan tekun dan ulet. Namun, yang paling utama harus menanamkan sifat keikhlasan serta mencintai pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekretaris PPP Kabupaten Bogor Optimis Menang di Pilkada 2024

Menurutnya, pola pendidikan tersebut secara tidak langsung mengajarkan anak-anak untuk hidup mandiri sekaligus mempersiapkan keberlanjutan usaha keluarga. Harapannya, usaha pemotongan hewan itu dapat terus berjalan dan diteruskan kepada anak hingga cucu.

Di sisi lain, keberadaan usaha tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, usaha pemotongan hewan milik keluarga Haji Ebas turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Orang tua kami secara tidak langsung membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Hal ini sangat diutamakan, sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran dan secara tidak langsung menjalankan program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada umumnya,” pungkas Irfan. [aoe]