PEMALANG, DURASI.co.id – Bunda PAUD Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Bunda PAUD Kabupaten Pemalang yang diselenggarakan di salah satu rumah makan di Bojongnangka merupakan rencana kegiatan tentang PAUD pada tahun 2026. Kegiatan ini melibatkan semua komponen yang nantinya dapat meningkatkan kualitas PAUD di Kabupaten Pemalang.
Adapun pihak yang terlibat mulai dari anak PAUD, orang tua, guru, organisasi, LSM, maupun pihak ketiga yang ingin berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan PAUD yang lebih baik di Kabupaten Pemalang.
“Ini merupakan rapat lanjutan. Hari ini dilaporkan oleh masing-masing organisasi maupun otoritas pemerintah daerah mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ucapnya, Selasa (2/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan penegasan mengenai prioritas kegiatan dan mana yang perlu difasilitasi untuk meningkatkan kualitas PAUD di Kabupaten Pemalang. Salah satu penegasan tersebut adalah bahwa di PAUD tidak harus ada Baca, Tulis, dan Hitung (Calistung).
“Kalau ada orang tua yang menitipkan anak di PAUD harus bisa calistung, lebih baik anaknya tidak usah dimasukkan ke PAUD,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan di PAUD lebih menekankan pada pendidikan karakter untuk mengasah motorik halus dan kasar. Selain itu, ia menegaskan bahwa anak-anak perlu mengikuti kegiatan outing class.
Di samping itu, ia mengimbau agar setiap anak yang baru lahir mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA). Hal ini penting karena berkaitan dengan Puskesmas dalam pemeriksaan status kesehatan anak (SHK) dan golongan darah.
“Semua anak yang lahir di fasilitas kesehatan harus mendapatkan Kartu Identitas Anak,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa anak-anak harus dilibatkan dalam kegiatan mitigasi, karena hal ini penting untuk memberikan edukasi terkait safety briefing.
“Selain itu, dari Dinas Sosial ada Kartu Kembang Anak. Saya minta harus selalu diperbarui dan dikolaborasikan dengan Dinas Kesehatan, karena di Dinas Kesehatan terdapat buku KIA yang diperbarui setiap tahun,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Ismun Hadio, mengatakan bahwa adanya MBG merupakan salah satu cara untuk memberikan pendidikan karakter pada anak.
“Guru bisa menyiapkan karakter anak melalui kebiasaan sebelum makan, saat makan, hingga selesai makan,” ujarnya. (Prapto)
Penulis: Prapto
Editor: Aliman







