Bupati Pemalang Sampaikan Permintaan Maaf Karena Belum Bisa Memenuhi Ekspektasi Masyarakat

Bupati Pemalang Anom Widiantoro saat menghadiri pencanangan BBGRM, Selasa (27/5/2025). Foto: Prapto-Durasi.co.id

PEMALANG, DURASI.co.id – Dalam pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten Pemalang 2025 di Pendopo, Selasa (27/5/2025), Bupati Pemalang Anom Widiantoro menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Pemalang karena belum bisa memenuhi ekspektasi yang diharapkan.

Dengan segala keterbatasan, ia mengakui masih memiliki pekerjaan rumah terkait kondisi Alun-Alun Kabupaten Pemalang pascatumbangnya pohon beringin yang hingga kini belum terselesaikan.

Selain itu, Anom menyampaikan bahwa dalam kegiatan BBGRM juga dilakukan peluncuran bantuan mobil ambulans untuk desa, meskipun baru tersedia 16 unit.

“Banyak sekali yang sudah meminta diadakan mobil ambulans. Nanti tolong BPKAD anggarkan lebih banyak lagi untuk akses kesehatan di desa, mengingat banyak desa yang mobilitasnya masih terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Meski Alam Tak Mendukung, Pemkab Pemalang Tetap Semangat Sambut Hari Jadi ke-451

Dalam kegiatan tersebut, Anom juga menyampaikan bahwa program-programnya sedikit demi sedikit akan dievaluasi kembali. Sebagai contoh, program santunan kematian. Dengan segala keterbatasan, ia akan mencoba mengalokasikan cakupan yang lebih luas lagi.

Ia mengakui bahwa program santunan kematian belum dapat mengakomodasi seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang karena masih perlu menginventarisasi anggaran dalam konteks pergeseran maupun perubahan.

“Insya Allah nanti cakupannya akan lebih luas, tidak hanya yang tercatat di DTSEN, tetapi juga mencakup seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang. Saya mohon masyarakat bisa sabar, karena sabar adalah kunci keikhlasan,” tandasnya. [Prapto]