PEMALANG, DURASI.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pekerja Buruh Indonesia (GPBI) Raya Kabupaten Pemalang, yang tergabung dalam Aliansi Pantura Bersatu (APB) Kabupaten Pemalang, menyayangkan terjadinya aksi anarkis saat unjuk rasa peringatan Hari Buruh di Semarang.
Mahasiswa diimbau untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam aksi unjuk rasa. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa seharusnya mengedepankan cara-cara diskusi serta penyampaian pendapat secara damai dan tidak destruktif.
Eky Diantara, selaku pengurus GPBI Pemalang sekaligus Ketua APB Pemalang, menyatakan keprihatinannya atas unjuk rasa yang berujung pada kekerasan dan tindakan anarkis.
“Kami meminta kepada adik-adik mahasiswa untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akademis seperti empati, rasa hormat, dan tidak terpancing provokasi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya pada Jumat (2/5/2025).
Menurutnya, demonstrasi atau unjuk rasa merupakan hak yang sah dalam demokrasi. “Namun, kami selalu mengingatkan kepada adik-adik mahasiswa agar menyampaikan pendapat dengan cara yang santun dan tidak merugikan siapa pun,” ujar Eky.
Ia sangat menyayangkan jika dalam aksi demonstrasi terjadi tindak kekerasan. Sebagai bagian dari civitas akademika, mahasiswa dinilai harus mengedepankan diskusi dalam menyampaikan aspirasi maupun menyelesaikan persoalan.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tetap menyampaikan pendapat secara terbuka, tetapi dalam koridor yang baik dan jauh dari tindakan destruktif atau anarki,” ujarnya.
Eky juga meminta mahasiswa untuk memastikan bahwa aksi unjuk rasa berjalan secara kondusif. “Kami sangat mendukung demonstrasi yang tidak destruktif, bisa juga melalui audiensi atau penyampaian aspirasi yang tertib seperti yang sering kami lakukan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aksi.
“Adik-adik mahasiswa ini adalah generasi penerus kami. Kami percaya mereka dapat mengedepankan nilai-nilai demokrasi yang santun, dan kami selalu menyarankan agar mereka tetap mematuhi aturan serta menjaga keselamatan saat berunjuk rasa,” katanya.
Terkait insiden kericuhan dan dugaan penyusupan dalam aksi di Semarang baru-baru ini, Eky menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil.
“Kita hidup di negara hukum. Jadi, siapa pun yang melanggar, apalagi memprovokasi hingga berbuat anarki harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Penulis: Alwi
Editor: Aliman







