TEGAL, DURASI.co.id – Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Tegal selama kurang lebih dua jam tanpa henti, sehingga memicu pergerakan tanah di kawasan tersebut.
Akibat kejadian itu, sedikitnya 10 kepala keluarga (KK) dengan total 35 jiwa terdampak. Meski demikian, bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak ada warga yang terpaksa mengungsi. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tergolong cukup serius dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, terdapat delapan unit rumah warga dan satu bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari retakan pada dinding dan lantai bangunan hingga pergeseran struktur rumah yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan kondisi warga relatif aman. Namun, hasil asesmen menunjukkan adanya kerusakan pada delapan rumah warga serta satu bangunan PAUD akibat tanah bergerak,” ujar Iman Sisworo, Selasa (3/2/2026).
Pasca kejadian, pihak Kecamatan Jatinegara bersama jajaran Polsek Jatinegara dan Koramil Jatinegara langsung melakukan peninjauan ke lokasi terdampak sebagai langkah awal penanganan sekaligus upaya mitigasi risiko bencana lanjutan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga, menginventarisasi kerusakan, serta menilai potensi bahaya apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, aparat gabungan juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lokasi terdampak dan wilayah rawan longsor, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan baru, pohon miring, atau penurunan permukaan tanah.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait saat ini terus melakukan koordinasi guna menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk rencana perbaikan bangunan terdampak serta upaya pencegahan agar bencana serupa tidak terulang. PMI Kabupaten Tegal juga menyatakan siap memberikan dukungan kemanusiaan sesuai kebutuhan warga di lapangan.
Hingga saat ini, kondisi di Desa Padasari terpantau relatif kondusif. Namun, mengingat potensi curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama dan menghindari aktivitas di area yang dinilai rawan longsor. [Ikhwanudin]







