Sumsel  

Hidup Zaman Modern, Warga Kemang Agung Masih Gunakan Air Sumur Resapan dari Tanah Pemakaman

Sumur resapan dari tanah pemakaman warga RT 47, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang. (Foto: Hery/Durasi.co.id)

PALEMBANG, DURASI.co.id – Dalam sebuah cerita yang mencengangkan tentang ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya air, warga RT 47 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang terpaksa mengandalkan air resapan dari tanah pemakaman sebagai sumber air utama mereka untuk kebutuhan sehari-hari.

Meskipun hidup di zaman modern yang penuh dengan teknologi canggih, kisah ini mengingatkan bahwa tidak semua orang dapat menikmati fasilitas dasar seperti air bersih.

Seperti halnya warga RT 47 yang berjuang untuk mencukupi kebutuhan air bersih mereka dengan menggali sumur di samping pemakaman yang terletak di dekat pemukiman mereka.

Dalam kondisi yang penuh dengan resiko kesehatan, mereka harus memproses air tersebut dengan metode sederhana dan menggunakan alat yang terbatas untuk membuatnya layak untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Partai Garuda Kota Palembang Targetkan Satu Dapil Satu Kursi dalam Pileg 2024

Salah seorang warga RT 047 RW 001, Arsal mengatakan, bahwa mereka tidak punya pilihan selain menggunakan air dari kuburan tersebut.

“Kami memahami risikonya, tetapi apa yang bisa kami lakukan, kami tidak memiliki akses yang layak ke sumber air bersih,” katanya, Minggu (10/9/2023).

Kondisi ini juga mengundang keprihatinan serius dari Ketua RT setempat, Anto Prananda bersama para awak media.

Anto menjelaskan, bahwa penggunaan air dari kuburan ini meningkatkan risiko penyakit infeksi.

Mereka menyerukan tindakan segera dari pemerintah setempat untuk menyediakan akses yang layak kepada warga RT 47 terhadap air bersih.

“Permasalahan seperti ini harus menjadi peringatan bagi kita semua bahwa meskipun kita hidup di era modern, masih ada banyak orang yang hidup dalam kondisi sulit dan kurangnya akses terhadap sumber dasar seperti air bersih,” jelasnya.

Baca Juga :  Fatwa MUI Soal Produk Israel, KH Amin Dimyati: Hendaknya Masyarakat Sumsel Sikapi Dengan Bijak dan Mendukung

Ia menambahkan, dalam semangat gotong royong dan solidaritas, upaya bersama harus dilakukan untuk memastikan bahwa semua warga dapat hidup dengan layak dan mendapatkan hak mereka untuk air bersih.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya Andini saat dikonfirmasi Durasi.co.id menyebutkan, akan menurunkan manajernya ke lokasi.

“Kami cek ke manajer. Manajer kami akan mengecek ke lokasi,” ujar Andi Wijaya Adini.

Reporter: Hery