PEMALANG, DURASI.co.id – Langit mendung dan hujan di wilayah hulu menjadi awal tragedi yang merenggut keceriaan seorang bocah di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Akmal (10), bocah laki-laki warga Dusun Planjan, dilaporkan hanyut terseret derasnya arus Sungai Simpur, Kamis sore (5/2/2026).
Peristiwa memilukan itu terjadi saat Akmal pulang dari sawah bersama sang ibu, Santi. Keduanya hendak menyeberangi Sungai Glagah, anak sungai yang bermuara langsung ke Sungai Simpur, untuk kembali ke rumah. Namun tanpa diduga, debit air sungai mendadak meningkat drastis akibat hujan deras di wilayah hulu.
Santi berhasil mencapai tepi sungai lebih dahulu. Namun, detik-detik berikutnya berubah menjadi mimpi buruk. Akmal terpeleset di tengah derasnya arus. Bocah itu sempat berusaha bertahan, tetapi kekuatan air yang keruh dan deras membuatnya tak berdaya. Dalam hitungan detik, tubuh kecilnya terseret arus dan menghilang ke arah hilir Sungai Simpur.
Jeritan minta tolong memecah kesunyian sore. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera berhamburan menuju lokasi. Upaya pencarian awal dilakukan secara spontan dengan menyisir bantaran sungai, berharap Akmal masih dapat diselamatkan. Namun hingga senja tiba, korban belum ditemukan.
Saksi mata, Sutrisno (47), mengungkapkan bahwa kondisi sungai saat kejadian sangat berbahaya.
“Airnya keruh dan arusnya sangat besar, jauh lebih deras dari biasanya. Ibunya sudah sampai, tetapi anaknya terpeleset dan langsung terbawa arus,” tuturnya lirih.
Hal serupa disampaikan Rina (32), warga setempat yang datang setelah mendengar teriakan dari arah sungai. Saat warga tiba di lokasi, Akmal sudah tidak terlihat di permukaan air.
“Ibunya selamat, tetapi anaknya tidak kuat melawan arus. Sekarang kami fokus menyisir bantaran dan titik-titik rawan,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Laporan kejadian segera diteruskan kepada perangkat desa dan pihak terkait. Tim SAR gabungan yang terdiri atas BPBD, relawan, perangkat desa, serta warga setempat langsung dikerahkan. Penyisiran dilakukan menyusuri aliran Sungai Simpur ke arah hilir dengan memperhatikan area pusaran dan tepian yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai. Intensitas hujan yang masih tinggi dinilai berpotensi menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Akmal masih dalam pencarian. Doa dan harapan terus mengalir dari warga Desa Mendelem, berharap bocah 10 tahun itu segera ditemukan. [Ikhwanudin]










