JAKARTA, DURASI.co.id – Upaya warga Hunian Sementara (Huntara) Kampung Bayam dalam mengembangkan urban farming mulai membuahkan hasil. Kelompok Tani (Poktan) Kampung Bayam Madani berhasil memanen 138 kilogram hasil pertanian dan perikanan dari lahan seluas 4.000 meter persegi di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Kegiatan panen raya yang dirangkai dengan tasyakuran dan diskusi warga ini turut dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Cyril Raoul (Chico) Hakim; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati; serta jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara.
Chico Hakim menyambut baik panen yang dilakukan Poktan Kampung Bayam Madani. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi positif antara warga dan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan perkotaan.
“Senang sekali bisa hadir dan melihat langsung hasil panen dari sayur, buah, dan ikan yang dibudidayakan warga. Ini luar biasa,” kata Chico, Senin (5/5).
Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi warga untuk terus berinovasi, tidak hanya dalam budidaya tetapi juga dalam pengembangan produk turunan yang dapat menunjang kesejahteraan.
“Mudah-mudahan urban farming seperti ini terus dilestarikan. Kami juga mendengar berbagai aspirasi warga, dan semoga hak-hak mereka bisa terpenuhi agar masyarakat hidup sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, memberikan apresiasi atas keberhasilan Poktan dalam membudidayakan ikan Patin, hasil bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Hari ini kita panen Ikan Patin bantuan Pak Gubernur. Luar biasa, mereka bisa membudidayakannya dengan sangat baik, bahkan juga mengembangkan jenis ikan lainnya,” ungkap Suharini.
Selain perikanan, Poktan Kampung Bayam Madani juga memanen hasil pertanian urban farming berupa Timun Suri, Labu Beligo, dan sayuran Pakcoy. Labu Beligo, menurut Suharini, sedang dikembangkan lebih luas di Jakarta karena kaya vitamin E yang bermanfaat untuk pertumbuhan anak dan pencegahan stunting.
“Hasil panen ini digunakan langsung oleh warga, dan sisanya dijual. Ini langkah bagus untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi mereka,” ujarnya.
Ketua Poktan Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon, menyebut total hasil panen mencakup 40 kilogram Timun Suri, 16 kilogram Pakcoy hidroponik, 32 kilogram Labu Beligo, serta 50 kilogram ikan Patin dan Lele.
Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan bantuan bibit, pelatihan, dan pendampingan selama proses budidaya.
“Alhamdulillah, hasil panen hari ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kami. Semoga urban farming ini kelak dapat berkembang menjadi kawasan agrowisata warga,” tandasnya.
Penulis: Asia Pujiono
Editor: Indra









