DHARMASRAYA, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui transformasi sektor hulu ke hilir. Langkah strategis ini difokuskan pada pengembangan industri pengolahan di sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan.
Kebijakan komprehensif ini dirancang tidak hanya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga untuk menjamin penyerapan hasil produksi masyarakat dengan nilai jual yang layak. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang luas.
Sebagai wujud nyata, pembangunan gudang Bulog dijadwalkan mulai direalisasikan pada Agustus 2026. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi pilar stabilitas harga yang memastikan hasil panen petani Dharmasraya terserap dengan baik serta meminimalkan anjloknya harga saat panen raya.
Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tengah memacu industrialisasi pertanian dan perkebunan melalui pembangunan Rice Milling Unit (RMU) modern, pabrik kelapa sawit, serta pabrik pakan. Program strategis ini saat ini berada pada tahap akhir persetujuan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Kementerian Dalam Negeri. Hal ini menandai keseriusan daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri.
Dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menjalin kolaborasi strategis dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan untuk program pembibitan sawit unggul. Sinergi ini diyakini mampu meningkatkan kualitas hasil perkebunan secara signifikan.
Sementara itu, di sektor pertambangan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah berhasil mengamankan 34 blok wilayah tambang rakyat pada Februari 2026. Langkah ini memberikan payung hukum bagi para pelaku tambang lokal.
Melalui berbagai program strategis tersebut, Bupati Annisa menegaskan visi untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang merata, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Dharmasraya.







