Literasi Harus Diajarkan Sejak Usia Dini

  • Bagikan
Gedung Perpustakaan Soeman HS di Pekanbaru, Riau. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, DURASI.co.id – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Deni Kurniadi menyampaikan bahwa literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Untuk itu, ia mengharapkan literasi harus diajarkan dan ditumbuhkembangkan sejak usia dini. Karena menurutnya, rendahnya literasi akan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa yang akan datang.

“Literasi dipahami sebagai kedalaman pengetahuan dari seseorang terhadap subjek ilmu pengetahuan dan Perpusnasl mengusung lima tingkatan literasi,” ucapnya, dalam acara 20 tahun kiprah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca secara virtual, Selasa (30/11/21).

Deni Kurniadi menjelaskan, ada lima tingkatan literasi versi Perpusnas, yaitu kemampuan baca, tulis, hitung, sains dan pembentukan karakter anak bangsa. Selanjutnya, akses bahan bacaan terjangkau yang akurat terkini terlengkap dan terpercaya.

Baca Juga :  Ombudsman Bongkar Biang Kerok Minyak Goreng Langka

Berikutnya, memahami apa makna yang tersirat dari yang tersurat, memiliki mental yang kuat karakter, yang tangguh, inovasi, kreativitas sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat.

“Tingkatan terakhir adalah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang dan jasa yang dapat digunakan dalam kompetisi global,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan dunia dan arus teknologi informasi komunikasi menuntut siapapun harus mempunyai kualitas yang lebih baik agar mampu berkompetisi, cakap dan berakhlak.

Jelasnya, setiap bangsa harus dapat memberikan ilmu pemikiran dan penemuan-penemuan yang bermanfaat untuk bisa berkompetisi dengan bangsa lain. Oleh sebab itu masyarakat perlu dibangun kesadarannya agar selalu meningkat gemar membaca dan kemampuan literasi sejak usia dini.

Baca Juga :  Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional hingga 17 September Capai Rp395,92 Triliun

“Anak usia dini 0-6 tahun sering disebut sebagai masa emas, di mana otak anak mengalami perkembangan paling cepat. Pertumbuhan dan perkembangan anak mencapai 80%, sisanya ketika mereka dewasa, dan otak merupakan kunci utama bagi pembentukan kecerdasan anak,” tutup Deni Kurniadi. (Tan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang