SIMEULUE, DURASI.co.id – Sejumlah pedagang ternak (panggalas) di Kabupaten Simeulue mengeluhkan tingginya biaya administrasi pengiriman ternak ke luar daerah yang dinilai memberatkan dan tidak transparan. Selain itu, para pedagang juga mempertanyakan tidak diizinkannya pengiriman ternak melalui Pelabuhan Singkil yang dinilai semakin mempersempit akses distribusi.
Berdasarkan keterangan salah seorang panggalas ternak, Yusliman, biaya administrasi pengiriman ternak saat ini dikenakan sebesar Rp250.000 per ekor untuk ternak jantan dan Rp200.000 per ekor untuk ternak betina. Biaya tersebut disebut sebagai biaya administrasi pengiriman ternak ke luar daerah.
Namun, menurut Yusliman, biaya tersebut belum termasuk pungutan tambahan di tingkat desa dan kecamatan asal pemilik ternak, sehingga total biaya yang harus dikeluarkan pedagang menjadi jauh lebih besar.
“Kalau satu ekor saja sudah segitu, belum lagi biaya di desa dan kecamatan. Kami pedagang kecil jelas sangat terbebani,” ujar Yusliman, Rabu (28/1/2026).
Selain persoalan biaya, Yusliman juga mempertanyakan alasan pengiriman ternak dari Simeulue tidak diperbolehkan melalui Pelabuhan Singkil, padahal jalur tersebut dinilai lebih efisien dan ekonomis bagi pedagang.
“Kami tidak paham dasar aturannya. Mengapa harus dibatasi, sementara pelabuhan itu lebih dekat dan bisa menekan biaya,” ungkapnya.
Ia berharap ada kejelasan regulasi terkait besaran biaya administrasi pengiriman ternak, termasuk dasar hukum pungutan di setiap tingkatan pemerintahan serta aturan resmi terkait pembatasan jalur pengiriman.
Yusliman juga meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh agar proses distribusi ternak berjalan transparan, adil, dan tidak merugikan pelaku usaha kecil.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di lingkungan pemerintah daerah, termasuk instansi teknis yang menangani perizinan dan karantina ternak, belum memberikan keterangan resmi terkait rincian biaya administrasi maupun alasan tidak diizinkannya pengiriman ternak melalui Pelabuhan Singkil. [Dahman Efendi]







